Top Rupiah! Dolar Singapura Jeblok ke Level Terendah 2 Pekan

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
30 April 2021 11:08
Ilustrasi Penukaran Uang (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar dolar Singapura kembali merosot melawan rupiah pada perdagangan Jumat (30/4/2021) hingga menyentuh level terendah dalam 2 pekan terakhir. Aliran modal yang mulai masuk ke Indonesia membuat rupiah perlahan menguat.

Melansir data Refintiv, dolar Singapura pagi ini melemah 0,3% ke Rp 10.854,82/SG$ di pasar spot. Level tersebut merupakan yang terlemah sejak 13 April lalu. Sementara kemarin, Mata Uang Negeri Merlion ini merosot 0,44%.

Dolar Singapura kini perlahan menjauhi level tertinggi 1 tahun di dicapai pada pekan lalu.


Aliran modal mulai masuk lagi ke dalam negeri di pasar obligasi. Dari pasar primer, hasil lelang Surat Utang (SUN) pemerintah Selasa lalu mulai ramai peminat. Incoming bid mencapai Rp 52,75 triliun, sedangkan pada lelang SUN sebelumnya sebesar Rp 42,97 triliun.

Pemerintah menetapkan target indikatif sebesar Rp 30 triliun dan yang dimenangkan sebesar Rp 28 triliun lebih baik dari lelang sebelumnya Rp 24 triliun.

Hal tersebut terjadi setelah yield obligasi (Treasury) Amerika Serikat (AS) yang mulai turun dari level tertinggi sejak Januari 2020. Penurunan tersebut membuat selisih yield dengan SUN kembali melebar, sehingga aliran modal perlahan kembali ke Indonesia.

Di pasar sekunder, melansir data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, sepanjang bulan ini hingga 26 April terjadi capital inflow di pasar obligasi sekitar Rp 8,8 triliun.

Hal tersebut tentunya menjadi kabar bagus, setelah terjadi capital outflow Rp 20 triliun sepanjang bulan Maret.

Dolar Singapura sebelumnya menguat hingga ke level tertinggi 1 tahun setelah mampu lepas dari resesi. Di kuartal I lalu, produk domestik bruto (PDB) kuartal I-2021 tumbuh 0,2% year-on-year (YoY), setelah mengalami kontraksi sepanjang tahun lalu.

Suatu negara dikatakan mengalami resesi ketika PDB mengalami kontraksi (tumbuh negatif) dalam 2 kuartal beruntun.

Sementara itu, Dana Moneter International (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Singapura menjadi 5,2% dibandingkan proyeksi sebelumnya 5%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading