Gainers-Losers

Apes! Saham Grup Indomobil Ambles bareng Bank Bumi Arta

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
29 April 2021 18:03
Indomobil (dok.indomobilnissan.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah pada awal perdagangan melonjak tinggi, saham emiten jasa otomotif Grup Salim PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) ditutup sebagai top losers hari ini, Kamis (29/4).

Bersamaan dengan IMJS, saham bank mini (bank dengan modal Rp 1-5 triliun) PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) juga tersungkur bersama saham-saham 'pecundang' lainnya pada sesi II ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatan hari ini. IHSG terkerek 0,64%, kembali ke level psikologis 6.000 ke posisi 6.012,96 pada penutupan sesi II perdagangan Kamis (29/4).


Menurut data BEI, ada 312 saham naik, 181 saham merosot dan 1,07 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,81 triliun dan volume perdagangan mencapai 16,22 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke bursa Tanah Air dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 83,31 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 105,10 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (29/4).

Top Gainers

  1. Bank Panin Dubai Syariah (PNBS), saham +21,88%, ke Rp 156, transaksi Rp 168,1 M

  2. Multipolar (MLPL), +17,71%, ke Rp 226, transaksi Rp 165,2 M

  3. Kresna Graha Investama (KREN), +15,11%, ke Rp 160, transaksi Rp 35,9 M

  4. Bank Ganesha (BGTG), +11,50%, ke Rp 126, transaksi Rp 22,4 M

  5. Sentul City (BKSL), +10,29%, ke Rp 75, transaksi Rp 85,7 M

Top Losers

  1. DMS Propertindo (KOTA), saham -6,67%, ke Rp 336, transaksi Rp 108,2 M

  2. Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK), -6,10%, ke Rp 77, transaksi Rp 8,3 M

  3. Indomobil Multi Jasa (IMJS), -4,71%, ke Rp 364, transaksi Rp 91,3 M

  4. Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), -4,59%, ke Rp 1.975, transaksi Rp 72,1 M

  5. Bank Bumi Arta (BNBA), -4,12%, ke Rp 815, transaksi Rp 26,6 M

Mengacu pada data di atas, saham bank Grup Panin PNBS menjadi pemuncak top gainers dengan melesat 21,88% ke Rp 156/saham. Adapun nilai transaksi saham ini sebesar Rp 168,1 miliar.

Saham PNBS berhasil memantul kembali ke zona hijau setelah kemarin merosot 1,54% ke Rp 128/saham.

Berada di kutub yang berbeda, saham emiten otomotif Grup Salim, IMJS, malah ambles 4,71% ke Rp 364/saham. Pada pada pukul 10.33 WIB tadi pagi, saham IMJS masih menguat 3,14% ke Rp 396/saham.

Pergerakan saham IMJS hari ini tidak mengikuti saham sang induk, Indomobil Multi Jasa (IMAS) yang berhasil melejit 7,48% bersama emiten otomotif lainnya.

Selain IMJS, saham bank BNBA juga anjlok 4,12% ke Rp 815/saham. Investor tampaknya melakukan aksi ambil untung, setelah pada Rabu (29/4) kemarin, saham ini melonjak 11,84%.

Memang, saham BNBA bersama sejumlah bank mini lainnya, mulai ditinggalkan oleh para investor akhir-akhir ini. Dalam sepekan saham ini merosot 11,41%. Bahkan, dalam sebulan terakhir saham BNBA terjun bebas 50,00%.

Informasi saja, Bank Bumi Arta, bersama sejumlah bank mini lainnya membuka opsi pengembangan bank digital. Sebagaimana diketahui, isu bank digital bersamaan dengan pencaplokan oleh unicorn menjadi sentimen utama pendorong gerak saham-saham bank mini belakangan ini.

Memang, BNBA menegaskan sampai saat ini belum ada unicorn atau investor strategis yang berencana mengakuisisi bank.

Informasi saja, sekitar dua bulan lalu, BNBA diisukan akan dicaplok oleh Sea Group yang berbasis di Singapura untuk ekspansi ke bisnis bank digital. Namun, pada 24 Februari lalu, manajemen BNBA telah menampik kabar adanya proses akuisisi Bank Bumi Arta oleh Sea Group.

Mengenai bank digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan mengeluarkan aturan mengenai perbankan digital sebelum semester I berakhir.

Peraturan bank digital ini tidak akan membuat dikotomi dengan bank konvensional tetapi menjadi bentuk konvergensi.

Kelapa Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana, dalam VIP Forum Digital Bank CNBC Indonesia, pada 8 April lalu, mengatakan salah satu yang diatur nantinya ialah perbankan yang ingin menerapkan fully digital bank harus memiliki modal Rp 3 triliun hingga Rp 10 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ciee...Saham Bank Mini Bangkit Usai 'Tidur', Grup Lippo Drop!


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading