Permintaan Mulai Pulih, Peminat Lelang SBN Capai Rp 53 T

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
27 April 2021 18:20
Obligasi (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah kembali melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (27/4/2021) hari ini dengan nilai yang dimenangkan sebesar Rp 28 triliun.

Surat berharga yang dilelang kali ini meliputi seri SPN03210728 (new issuance), SPN12220106 (reopening), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0088 (reopening), FR0083 (reopening), dan FR0089 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Lelang SUN 27 April 2021Foto: DJPPR Kementerian Keuangan RI
Lelang SUN 27 April 2021

Dari jumlah yang dimenangkan pemerintah, pada lelang hari ini sudah mulai membaik, walaupun masih lebih rendah sedikit dari target indikatifnya, yakni Rp 30 triliun. Adapun nilai yang dimenangkan pada lelang sebelumnya sebesar Rp 24 triliun.


Kondisi pasar global yang membaik, didukung dengan afirmasi sovereign rating Indonesia oleh S&P di BBB outlook negatif, mempengaruhi demand investor pada lelang SUN kali ini yang meningkat hingga 22,8% dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya.

Incoming bid lelang hari ini mencapai Rp 52,75 triliun, sedangkan pada lelang SUN sebelumnya sebesar Rp 42,97 triliun.

SUN tenor 5 dan 10 tahun menjadi seri yang paling besar incoming bid-nya dibandingkan dengan seri-seri lainnya, dengan proporsi 60,8% dari total incoming bids pada lelang hari ini.

Dari incoming bids di kedua tenor tersebut, 23% berasal dari investor asing. Secara total, partisipasi asing di lelang kali ini meningkat signifikan dari 11,1% di lelang SUN sebelumnya menjadi 16,5%.

Cost of borrowing pemerintah juga terlihat menurun seiring dengan membaiknya kondisi pasar. Hal tersebut tercermin dari penurunan yield rata-rata tertimbang (WAY) sebesar 3-9 bps pada semua seri yang dilelang hari ini.

Penurunan WAY terbesar tercatat pada SUN tenor 5 tahun yaitu 9 basis poin (bp) lebih rendah dibandingkan WAY pada lelang SUN sebelumnya.

Selain karena rating obligasi Indonesia yang mulai naik, membaiknya incoming bids, jumlah yang dimenangkan pemerintah, dan menurunnya cost of borrowing pemerintah juga tak lepas dari penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah acuan Amerika Serikat (AS) bertenor 10 tahun dalam sebulan terakhir. Kini, yield obligasi pemerintah AS sudah berada di kisaran level 1,5%.

Melandainya yield obligasi pemerintah AS didorong oleh mengurangnya kekhawatiran pelaku pasar di global terkait kenaikan inflasi di AS.

Selain itu, kenaikan kasus aktif virus corona (Covid-19) di global, terutama di India juga mendorong investor lebih cenderung bermain aman dan kembali mempercayakan pasar obligasi, termasuk di dalam negeri.

Alhasil hal tersebut membuat peminat lelang kian membaik dan nilai yang dimenangkan mulai tak lagi jauh di bawah target indikatifnya.

Oleh karena itu, atas dasar terus membaiknya demand serta jumlah yang dimenangkan pemerintah juga membaik, walaupun masih di bawah sedikit dari target indikatifnya, maka pemerintah menerima hasil lelang SUN hari ini dan tidak melaksanakan lelang tambahan (green shoe option).

Adapun hasil lelang pada hari ini adalah sebagai berikut

Lelang SUN 27 April 2021Foto: DJPPR Kementerian Keuangan RI
Lelang SUN 27 April 2021

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading