Sektor Properti Mulai Bergairah, Harga Sahamnya Bergerak Liar

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
23 April 2021 09:45
Foto udara pembangunan perumahan di kasawan bojong sari, Depok, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas emiten properti tercatat menguat di awal perdagangan hari ini, Jumat (23/4/2021). Penguatan terjadi bersamaan dengan adanya tanda-tanda pulihnya permintaan di sektor properti.

Naiknya saham-saham ini terjadi setelah kemarin (22/4) saham-saham tersebut mengalami penurunan.

Berikut pergerakan saham properti, pukul 9.11 WIB.


  1. PP Properti (PPRO), saham +1,43%, ke Rp 71, transaksi Rp 64 Juta

  2. Summarecon Agung (SMRA), +1,03%, ke Rp 985, transaksi Rp 486 Juta

  3. Pakuwon Jati (PWON), +0,99%, ke Rp 510, transaksi Rp 357 Juta

  4. Bumi Serpong Damai (BSDE), +0,43%, ke Rp 1.160, transaksi Rp 895 Juta

  5. Surya Semesta Internusa (SSIA),+0,43%, ke Rp 464, transaksi Rp 36 juta

  6. Alam Sutera Realty (ASRI), 0,00%, ke Rp 199, transaksi Rp 306 Juta

  7. Lippo Karawaci (LPKR), 0,00%, ke Rp 202, transaksi Rp 883 Juta

  8. Ciputra Development (CTRA), -0,45%, ke Rp 1.110, transaksi Rp 999 Juta

  9. Intiland Development (DILD),-0,54%, ke Rp 184, transaksi Rp 49 Juta

  10. Agung Podomoro Land APLN), -0,66%, ke Rp 151, transaksi Rp 100 Juta

Menurut daftar di atas, dari 10 emiten yang diamati, 5 emiten menguat, dua stagnan dan 3 emiten ambles.

Adapun emiten anak usaha PT PP (Persero) (PTPP), PPRO menjadi yang paling menguat dengan naik 1,43% ke Rp 71/saham. Nilai transaksi PPRO sebesar Rp 64 juta.

Penguatan ini membalikkan pelemahan pada Kamis (22/4), ketika saham PPRO merosot 1,41% ke Rp 70/saham.

Di tempat kedua, ada saham emiten pengelola Summarecon Serpong, SMRA, yang terapresiasi 1,03% ke Rp 985/saham. Nilai transaksi saham ini sebesar Rp 486 juta.

Dengan penguatan ini, SMRA memutus pelemahan yang terjadi selama dua hari beruntun. Dalam sepekan saham ini naik 3,72%, sementara sebulan terangkat 2,08%.

Sebelumnya, pemegang saham SMRA telah menyetujui rencana penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMTED) atau rights issue.

Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 3,60 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Namun manajemen belum menetapkan harga pelaksanaan dari rights issue ini.

Manajemen Summarecon menyampaikan, rights issue diharapkan memperkuat struktur permodalan, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak yang positif terhadap kegiatan usaha, kinerja dan daya saing perseroan dalam industri properti dan hospitality di Indonesia.

Selain kedua saham di atas, saham emiten pemilik BSD City, BSDE, naik 0,43% ke Rp 1.160/saham. Nilai transaksi BSDE sebesar 895 juta.

Praktis, menguatnya saham BSDE menghentikan pelemahan sejak dua hari lalu.

Kabar teranyar, emiten properti Grup Sinarmas ini membukukan pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp 2,5 triliun pada 3 bulan pertama 2021.

Pencapaian tersebut setara pertumbuhan 38% dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

"Dengan demikian kami telah mengamankan 35% dari target pra penjualan 2021 yakni Rp7 triliun," papar Hermawan Wijaya, Direktur BSDE, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/4/2021).

Dia menjelaskan, membaiknya kinerja penjualan unit-unit properti BSDE tidak lepas dari beberapa faktor seperti program stimulus di bidang properti seperti pembebasan PPN dan DP 0% oleh regulator serta program marketing perseroan secara nasional bertajuk "Wish fo Home", yang menawarkan berbagai tambahan diskon dan bonus.

Tidak hanya BSDE, laporan penjualan anak usaha CTRA, PT Ciputra Residence pun membaik dengan tercatat tumbuh 600%. Kenaikan penjualan ini salah satunya berkat stimulus pemerintah tersebut.

Stimulus yang berlaku sejak 1 Maret lalu tersebut dinilai efektif membangkitkan kembali minat masyarakat untuk membeli properti di tengah pandemi Covid-19.

Pada awal bulan ini, Marketing Director Ciputra Residence Yance Onggo mengatakan stimulus ini terbukti mampu meningkatkan minat pembelian rumah ready stock hingga 400-608% pada Maret 2021 di proyek yang dimiliki perusahaan, dibandingkan pada Januari dan Februari.

Dia menyebutkan penjualan di Citra Maja Rata melesat 608%, sementara di Citra Raya Tangerang melesai 400%.

"Ini membuktikan insentif yang diberikan pemerintah memberikan impact positif. Bukan hanya pada rumah ready stock, melainkan juga yang bukan ready stock. Paling tidak awareness masyarakat terhadap properti sudah meningkat lagi di 2021," kata Yance dalam BNI Investime Week, Selasa (06/04/2021).

Setelah berlakunya insentif tersebut, bukan hanya rumah yang kembali banjir permintaan, melainkan juga ruko dan apartemen yang sempat tertekan karena pandemi Covid-19. Kendati, menurut Yance, peningkatan permintaan apartemen dan ruko tidak semasif rumah tapak pada proyek township Ciputra Group.

Akan tetapi, saham sang induk Ciputra Residence, CTRA, malah melorot 0,45% ke Rp 1.110/saham pagi ini. CTRA melanjutkan tren pelemahan sejak dua hari lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading