Newsletter

Semesta Mendukung, IHSG Siap Terbang Hari Ini!

Market - Putra, CNBC Indonesia
22 April 2021 06:13
Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali keluar dari level psikologis 6.000 pada perdagangan Rabu (21/4/2021). Indeks saham acuan bursa domestik itu ditutup dengan koreksi parah.

Posisi IHSG minus 0,75% dibanding kemarin dan sekarang ke 5.993. Nilai transaksi tercatat hanya sebesar Rp 7,59 triliun. Asing tercatat kabur sebesar Rp 578 miliar di pasar reguler.


Kasus baru corona global yang sempat berada di kisaran 350 ribu kasus baru per hari pada bulan Februari silam, kembali melesat. Saat ini rata-rata tujuh hari terakhir bertambah 628 ribu atau kenaikan hampir 2 kali lipat meski vaksinasi massal di seluruh belahan dunia sudah dilancarkan.

Meskipun demikian dari dalam negeri tidak semengerikan kasus global karena kasus Covid-19 Ibu Pertiwi semakin melandai. Di mana pada Februari silam kasus baru harian berada di angka 10 ribu sedangkan rata-rata penambahan kasus baru selama tujuh hari terakhir saat ini berada di angka 5,3 ribu saja atau turun hampir setengahnya.

Vaksinasi massal juga terus digulirkan dimana data terakhir sudah ada 10,9 juta masyarakat yang sudah divaksinasi paling tidak sekali, angka ini setara dengan 4,1% populasi. Sedangkan yang sudah 2 kali disuntik vaksin berada di kisaran 6 juta orang atau 2,2% populasi.

Selanjutnya nilai tukar rupiah melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (21/4/2021), bahkan menjadi yang terburuk di Asia. Padahal Selasa kemarin rupiah menjadi yang terbaik sekaligus membukukan penguatan 3 hari beruntun.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan melemah tipis 0,03% di Rp 14.500/US$, kemudian semakin terdepresiasi hingga 0,31% ke Rp 14.540/US$. Di penutupan perdagangan posisi rupiah membaik, berada di level Rp 14.525/US$.

Sementara itu, harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) mayoritas kembali ditutup menguat pada perdagangan Rabu, seiring dari melonjaknya kasus virus corona (Covid-19) di global. Ini terutama di kawasan Asia seperti India dan Jepang yang membuat investor kembali memasang sikap aman pada hari ini.

Mayoritas SBN kembali ramai dikoleksi oleh investor, ditandai dengan penurunan imbal hasil (yield) di hampir seluruh tenor acuan SBN. Namun di SBN bertenor 1 tahun dan 10 tahun hari ini dilepas oleh investor dan mengalami pelemahan harga serta kenaikanyield.

Yield SBN bertenor 1 tahun dengan kode FR0061 kembali naik sebesar 0,5 basis poin (bp) ke level 3,914%. Sementara yield SBN seri FR0087 berjatuh tempo 10 tahun yang menjadi acuan obligasi negara juga naik sebesar 1,1 bp ke level 6,44%.

Bursa Paman Sam Melaju Kencang
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading