European Super League Kandas, Saham Juventus Rontok 13%

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
22 April 2021 07:10
Juventus' Cristiano Ronaldo sits on the field after a challenge during the Serie A soccer match between Lazio and Juventus at the Olympic stadium in Rome, Sunday, Nov. 8, 2020. (AP Photo/Andrew Medichini)

Jakarta, CNBC Indonesia - Liga Super Eropa atawa Europeran Super League (ESL) memang sudah kandas, setidaknya untuk saat ini. Namun goncangannya masih terasa, terutama bagi klub-klub yang terlibat di dalamnya.

ESL adalah liga 'sempalan' yang diinisiasi oleh 12 klub sepakbola Eropa yang merasa dirinya besar. Dari Inggris ada Liverpool, Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur. Kemudian dari Italia ada Juventus, AC Milan, dan Inter Mulan. Lalu dari Spanyol ada Real Madrid, Atletico Madrid, dan Barcelona.

Mereka punya konsep untuk membuat kompetisi baru antar-klub Benua Biru untuk menggantikan Liga Champions yang berada di bawah naungan Federasi Sepakbola Eropa (UEFA). Suntikan dana dari bohir JPMorgan (bank investasi asal Amerika Serikat) membuat ESL bergelimang uang.


JPMorgan disebut-sebut berkomitmen untuk memberikan pembiayaan sebesar EUR 4 miliar. Dengan asumsi EUR 1 setara dengan Rp 17.506,815 seperti kurs tengah transaksi Bank Indonesia (BI) periode 21 April 2021, maka jumlahnya mencapai Rp 70,03 triliun.

Mengutip The Guardian, para perserta ESL dijanjikan 'uang partisipasi' yang berkisar antara EUR 200 juta (Rp 35,01 triliun) hingga EUR 300 juta (Rp 5,25 triliun). Sementara sang juara digosipkan bakal 'ditabok' EUR 400 juta (Rp 7 triliun).

Iming-iming hadiah sebesar itu tentu akan sangat membantu klub dari sisi keuangan. Meski 12 klub itu tidak miskin, tetapi pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) juga memukul mereka. Pendapatan turun drastis dan laporan keuangan menunjukkan kerugian.

Dalam sepakbola modern yang telah bertransformasi menjadi industri, klub bukan sekadar entitas olahraga tetapi entitas bisnis. Malah ada klub yang sudah menjual saham ke bursa efek seperti Manchester United dan Juventus. Mereka menjadi perusahaan terbuka alias emiten.

Uang hadiah dari ESL akan menjadi modal untuk membalik laporan keuangan mereka dari rugi jadi laba. Di mata investor, emiten seperti ini tentu layak diburu. Kala rencana ESL diumumkan awal pekan ini, saham United dan Juventus 'terbang' tinggi karena diburu pelaku pasar.

Halaman Selanjutnya --> Saham Juventus Rontok, MU Rebound

Saham Juventus Rontok, MU Rebound
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading