Heboh Isu Merger DANA-OVO Usai Grab Masuk, Ini Kata Emtek!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 April 2021 14:58
Aplikasi

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) buka suara terkait dengan masuknya Grab Holdings Inc. yang menjadi memegang 4,6% saham Emtek lewat H Holdings Inc. Manajemen Emtek juga menjelaskan spekulasi yang beredar soal merger yang dilakukan dua dompet digital DANA dan OVO.

Titi Maria Rusli, Corporate Secretary Emtek, mengatakan sejauh ini, berita merger antara DANA dan perusahaan pembayaran digital OVO hanyalah spekulasi.

"Investasi yang dilakukan H Holdings Inc. pada perseroan tidak ada hubungannya dengan berita penggabungan kedua perusahaan pembayaran tersebut," tegasnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/4/2021).


Sebelumnya, masuknya Grab menjadi pemegang saham Emtek disinyalir menjadi langkah awal merger kedua dompet digital tersebut karena punya entitas terakhir pemegang saham yang sama dan ditengarai sebagai strategi konsolidasi untuk melawan Gopay dari Gojek dan LinkAja dari gabungan perusahaan keuangan BUMN.

Emtek, perusahaan induk Indosiar dan SCTV, juga diketahui sudah menjual kepemilikan saham senilai 6% atas entitas cucu usahanya yakni PT Elang Andalan Nusantara (EAN) kepada pihak ketiga. Entitas tersebut merupakan perusahaan penyedia aplikasi dompet digital DANA.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2020, penjualan Emtek atas 6% saham EAN ini membuat status cucu usaha ini berubah menjadi entitas asosiasi.

Perusahaan melepas kepemilikan saham tidak langsung di EAN melalui anak usaha Emtek yakni PT Kreatif Media Karya (KMK). Sebelumnya KMK memegang 55% kepemilikan saham di EAN.

Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn., No. 183 tanggal 30 Desember 2020, KMK menjual kepemilikan 752.422 saham EAN ke pihak ketiga, sehingga jumlah saham EAN yang dimiliki oleh KMK menjadi 6.144.778 saham atau setara dengan kepemilikan 49%. Dengan penjualan ini, KMK sebagai anak usaha Emtek kehilangan pengendalian di EAN.

Sebesar 6% saham yang dilego tersebut, dijual kepada pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya dalam laporan keuangan.

Nilai total transaksi penjualan 6% kepemilikan saham di EAN adalah sebesar Rp 75 miliar.

EAN merupakan perusahaan hasil kerja sama KMK dan API Hongkong Investment Limited, entitas usaha Alibaba Group. EAN memiliki fokus utama di bidang transaksi bisnis online dengan menyediakan platform pembayaran digital yang dikenal luas dengan nama dompet digital DANA.

Adapun sisa kepemilikan pada EAN sebesar 49% diakui sebagai investasi pada perusahaan asosiasi dan dinilai kembali pada nilai wajar pada tanggal hilangnya pengendalian.

Tertanggal 30 Maret 2021, KJPP Kusnanto dan Rekan menghitung nilai wajar pada saat hilang pengendalian adalah Rp 620,06 miliar.

Masuknya Grab

Lebih lanjut, Titi Maria Rusli, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima perseroan dari H Holdings Inc, perusahaan tersebut adalah afiliasi dari Grab Holdings Inc dan merupakan investor yang telah mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan oleh Emtek melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement yang digelar pada 31 Maret 2021.

"Kepemilikan saham H Holdings di Emtek adalah sebesar 4,6% saham yang diterbitkan oleh Emtek," katanya.

Dia menjelaskan, perseroan dan Grab banyak berinvestasi dalam pengembangan ekosistem digital di Indonesia.

"Perseroan dan Grab juga telah beberapa kali berdiskusi untuk mengembangkan peluang bisnis baru. Ketika Emtek memutuskan untuk melakukan penerbitan saham guna mendapatkan tambahan modal untuk mengembangkan bisnisnya di sektor digital, media, dan layanan kesehatan, Grab menyatakan minatnya untuk berpartisipasi, yang pada akhirnya direalisasikan melalui investasi oleh H Holdings Inc," jelasnya.

Selama beberapa tahun terakhir, katanya, perseroan telah mengembangkan bisnisnya di bidang pelayanan kesehatan dan ekonomi digital. Batu baru ini perseroan telah melaksanakan private placement untuk memperkuat permodalan dalam mengembangkan bisnisnya terutama di bidang -bidang tersebut.

"Perseroan juga memiliki ketertarikan terhadap penerbitan digital, platform streaming video, pembayaran uang elektronik, dan e-commerce."

Dia mengatakan, berbagai bisnis digital tersebut masih berkembang dan membutuhkan modal selama beberapa tahun ke depan untuk pengembangan dan pertumbuhannya.

"Mengingat perseroan memiliki beberapa investasi strategis di ekosistem digltal, kami yakin akan ada peluang baru dalam ekonomi digital yang dapat dimanfaatkan Emtek dengan menggunakan modal yang dihimpun melalui PMTHMETD. Tidak menutup kemungkinan peluang tersebut akan berkaitan dengan bisnis Grab, atau peluang baru yang dapat dikembangkan melalui kerja sama antara Grab dan Emtek," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading