Bank Jago Tegaskan Belum Akuisisi, Saham BFIN Ambruk!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
19 April 2021 12:08
Bank Jago. Dok: Bank Jago

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten multifinance atau leasing, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), ditutup anjlok di zona merah pada sesi I hari ini, Senin (19/4/2021). Amblesnya saham BFIN ini terjadi setelah pihak PT Bank Jago Tbk (ARTO) menyangkal akan mengakuisisi saham emiten tersebut.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BFIN sejak awal perdagangan langsung jatuh ke zona merah. Pada penutupan sesi I, BFIN terjun 5,19% ke posisi Rp 730/saham.

Kendati memerah, asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 2,09 miliar. Adapun nilai transaksi BFIN sebesar Rp 91,63 miliar.


Jumat lalu (16/4), saham emiten yang melantai di bursa sejak 1990 ini ditutup stagnan di Rp 770/saham.

Adapun, saat kabar akuisisi merebak pada Kamis (15/4/2021), BFIN sempat melesat 8,78% ke level Rp 805/unit pada sesi I perdagangan Kamis. Kendati, pada penutupan sesi II di hari itu saham ini ditutup menguat 4,05% ke Rp 770/saham.

Dalam sepekan saham emiten yang dikendalikan Grup Northstar dan private equity asal AS, TPG, ini sudah melesat 6,57%. Tetapi, dalam sebulan BFIN ambles 5,19%.

Dilansir CNBC Indonesia, dalam penjelasannya kepada BEI, Corporate Secretary Bank Jago, Tjit Siat Fun, menegaskan perseroan sampai dengan saat ini belum ada rencana melakukan aksi korporasi untuk melakukan akuisisi perusahaan.

"Sampai saat ini perseroan tidak mempunyai rencana untuk melakukan pengambilalihan BFI Finance Indonesia," kata Tjit Siat Fun, Senin (19/4/2021).

Perseroan, katanya, juga tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.

Dia juga menambahkan, sampai dengan saat ini belum ada Informasi/ fakta/ kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat mempengaruhi harga efek perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

Seperti diketahui, sebelumnya, Bank Jago dikabarkan akan mengakuisisi BFI Finance Indonesia, perusahaan yang juga dikendalikan oleh Northstar Pacific milik Patrick Sugito Walujo, partner dari bankir senior Jerry Ng.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pelaku pasar, BFIN dikabarkan akan diakuisisi oleh Bank Jago pada kisaran harga Rp 850-Rp 900 per saham sebagai angka potential tender offer.

"Berita ini muncul setelah adanya indikasi bahwa Bank Jago akan melebarkan sayap untuk membeli perusahaan leasing company/multifinance," menurut sumber tersebut, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (15/4/2021).

Komisaris Utama Bank Jago Jerry Ng pun buka suara terkait dengan kabar tersebut. Hanya saja mantan Dirut PT Bank BTPN Tbk (BTPN) ini tidak membantah atau membenarkan hal itu.

"Aplikasi bank Jago diluncurkan kemarin. Fokus utama kami pada saat ini adalah Bank Jago. Mohon dukungannya untuk Bank Jago. Salam," kata Jery Ng, dilansir detikcom, Jumat (16/4/2021).

Sementara itu, dalam kesempatan yang berbeda, Direktur BFI Finance, Sudjono, tak membenarkan maupun membantah rumor di kalangan pelaku pasar ini. Ia juga tidak mengelaborasi lebih jauh apakah memang sudah ada pembicaraan awal mengenai rencana akuisisi BFIN oleh Bank Jago.

"Terima kasih atas informasinya," katanya saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu pekan lalu (15/4/2021).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading