Indeks Dolar AS Keok-Ekspor RI Melonjak, Rupiah Tak Bergerak

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
15 April 2021 15:55
FILE PHOTO: U.S. dollar banknote is seen in this picture illustration taken May 3, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah berakhir stagnan lagi melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (15/4/2021). Posisi rupiah masih sama dengan kemarin, pergerakannya juga nyaris sama persis, padahal data yang dirilis dari dalam negeri cukup bagus, menunjukkan pemulihan ekonomi sedang berjalan.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan stagnan di Rp 14.600/US$. Sempat menguat 0,14% ke Rp 14.580/US$, tetapi tidak lama langsung kembali stagnan di Rp 14.600/US$.

Beberapa menit sebelum perdagangan berakhir, rupiah sempat melemah 0,07% ke Rp 14.610/US$, tetapi di akhir perdagangan kembali stagnan.


Kemarin pergerakan rupiah juga seperti itu, hanya saja tidak sempat mengalami pelemahan.

Dibandingkan mata uang Asia lainnya, rupiah meski tidak melemah tetapi terbilang mengecewakan. Sebab, hingga pukul 15:07 WIB, mayoritas mata uang Asia menguat, hanya won Korea Selatan dan yuan China yang melemah.

Berikut pergerakan dolar AS melawan mata uang utama Asia.

Lebih mengecewakan lagi, rupiah tidak mampu menguat saat indeks dolar AS sedang dalam tren menurun dan data ekspor-impor Indonesia menunjukkan kenaikan tajam.

Di pekan ini saja, indeks yang mengukur kekuatan dolar AS ini sudah turun tiga hari beruntun hingga Rabu kemarin, dengan total 0,51%, dan berada di level terendah dalam satu bulan terakhir.

Tren penurunan indeks dolar AS dimulai sejak 31 Maret lalu hingga Rabu kemarin. Selama periode tersebut indeks dolar AS hanya menguat 3 kali saja, total pelemahannya sebesar 1,72%.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Ekspor-Impor Indonesia Melonjak

Ekspor-Impor Indonesia Melonjak
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading