Joss! Ditarik Saat Detik-detik Terakhir, IHSG Ditutup Hijau

Market - Putra, CNBC Indonesia
15 April 2021 15:41
Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Berayun bagaikan gelombang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada perdagangan Kamis (15/4/2021), mengiringi rilis neraca perdagangan Indonesia.

IHSG ditutup naik 0,48% ke level 6.079,50 setelah sempat bolak balik bergerak dari zona merah ke zona hijau selama seharian perdagangan.

Sejatinya IHSG mengakhiri sesi perdagangan utama di zona merah akan tetapi saat pre-closing IHSG melesat setelah saham berkapitalisasi pasar terbesar di bursa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) loncat pada akhir perdagangan. Saham BCA ditutup minus 0,40% di Rp 31.400/saham, berkurang dari koreksi parah sebelumnya.


Data perdagangan mencatat, sebanyak 231 saham menguat, 252 tertekan dan 162 lainnyaflat. Nilai transaksi bursa masih terbatas, yakni sebesar Rp 10,1 triliun. Tercatat investor asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp 383 miliar.

Investor asing melakukan pembelian bersih di saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebesar Rp 102 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 95 miliar.

Sedangkan jual asing dilakukan di saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang dilego Rp 31 miliar dan PT United Tractor Tbk (UNTR) yang dilego Rp 20 miliar.

Pelaku pasar masih dibayangi kekhawatiran prospek ekonomi nasional setelah Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,3% pada 2021, dari proyeksi sebelumnya 4,8%.

Namun, kekhawatiran itu ditinggalkan karena revisi proyeksi pertumbuhan tidak hanya menimpa Indonesia, melainkan juga negara utama Asia Tenggara lainnya yakni Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, yang disebut ASEAN-5. IMF memperkirakan lima negara berkembang terbesar di Kawasan itu akan tumbuh 4,9%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 5,2%.

Setelah sempat menguat, aksi ambil untung terjadi jelang rilis data neraca perdagangan pada pukul 11:00 WIB. Kepala BPS Suhariyanto melaporkan nilai impor pada Maret 2021 adalah US$ 16,79 miliar, tumbuh 25,73% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Namun, kenaikan itu belum cukup untuk mengimbangi ekspor yang tumbuh 30,5% (secara tahunan) menjadi US$ 18,35 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan periode Maret 2021 mencatatkan surplus US$ 1,56 miliar, mengindikasikan pertumbuhan permintaan barang modal dan bahan baku penolong belum terlalu tinggi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading