Bukan Pilihan Lagi? Long & Short Term Saham UNVR Boncos

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
13 April 2021 11:20
(foto: unilever.co.id)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten barang konsumsi raksasa PT Unilever Indonesia (UNVR) kembali ambles 1,90% ke Rp 6.20/unit pada pagi ini, Selasa (13/4/2021), pukul 10.28 WIB. Pelemahan ini melanjutkan koreksi sejak perdagangan Jumat pekan lalu (12/4).


Investor tampaknya kurang begitu tertarik mengoleksi saham 'premium' ini, kendali UNVR merupakan saham salah satu emiten 'defensif' alias tahan banting kala kondisi ekonomi sedang loyo atau tertekan.

Sebut saja, dalam sepekan saham ini merosot 4,25%, sementara dalam sebulan melorot 5,32%.

Tidak hanya itu, secara year to date (YTD), UNVR juga ambrol 15,31%.

Adapun dalam jangka panjang, saham ini malah terjun bebas. Dalam 3 tahun belakangan, UNVR nyungsep 42,92%, sementara dalam 5 tahun saham emiten produsen pasta gigi brand Pepsodent ini malah terpuruk 19,48%.

Informasi saja, UNVR sempat melakukan stock split dalam 5 tahun terakhir, tepatnya pada awal tahun lalu. Perusahaan melakukan pemecahan nilai nominal saham alias stock split dengan rasio 5 : 1.

Praktis, saham UNVR menjadi lima kali lebih rendah, dari Rp 42.000/saham pada akhir Desember 2019, menjadi Rp 8.400/saham pada awal tahun lalu.

Namun, semenjak stock split, saham UNVR malah cenderung merosot. Setelah sempat menyentuh level tertinggi Rp 8.575/saham pada 3 Januari 2020 dan 15 Mei 2020, saham UNVR terus melorot meninggalkan level harga awal stock split, Rp 8.400. Bahkan saham ini sempat ke level terendah Rp 5. 650/saham pada 19 Maret 2020.

Memang, seperti layaknya perusahaan raksasa yang sudah mapan lainnya, kinerja keuangan UNVR terus di jalur positif setidaknya dalam 5 tahun belakangan. Namun, dalam 2 tahun terakhir, laba bersih UNVR terus tertekan.

UNVR melaporkan laba bersih 2020 tercatat turun 3,11% menjadi Rp 7,16 triliun, dari tahun sebelumnya Rp 7,39 triliun. Penurunan laba bersih ini seiring dengan kenaikan tipis pendapatan saat pandemi Covid-19. Tetapi, laba bersih 2019 dan 2020 tercatat lebih rendah dibandingkan laba bersih tahun 2018 yang sebesar Rp9,11 triliun.

Total penjualan bersih UNVR di 2020 mencapai Rp 42,97 triliun, naik 0,12% dari 2019 yakni Rp 42,92 triliun.

Bila ditelisik, penjualan dari dalam negeri mencapai Rp 41,16 triliun, naik dari 2019 Rp 40,87 triliun, sementara penjualan ekspor turun menjadi Rp 1,81 triliun dari sebelumnya Rp 2,05 triliun.

Kontribusi penjualan terbesar yakni kepada pihak berelasi Unilever Asia Private Limited senilai Rp 552,63 miliar, kendati ambruk dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,37 triliun.

Berikutnya penjualan kepada Unilever (Malaysia) Holdings Sdn Bhd sebesar Rp 320,06 miliar dari sebelumnya nihil, dan kepada Unilever Philippones Inc Rp 245,82 miliar dari sebelumnya Rp 240,22 miliar.

Sementara itu, valuasi saham UNVR saat ini pada price to earning ratio (PER) sudah mencapai 33,02 kali. Lalu price to book value (PBV) sebesar 47,91 kali. 

Artinya harga saham UNVR memang sudah relatif premium.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading