Pelabuhan Australia Beroperasi Normal, Harga Batu Bara Jatuh!

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
12 April 2021 10:05
Pekerja melakukan bongkar muat batu bara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/2/2021). Pemerintah telah mengeluarkan peraturan turunan dari Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Adapun salah satunya Peraturan Pemerintah yang diterbitkan yaitu Peraturan Pemerintah No.25 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Batu bara lagi kena nasib sial pekan lalu. Harga si batu legam ambruk 7% dalam sepekan. Harga batu bara termal berjangka ICE Newcastle yang tadinya berada di atas US$ 90/ton jatuh ke US$ 85/ton di akhir perdagangan minggu lalu. 


Kenaikan harga batu bara sebenarnya ditopang juga oleh perbaikan fundamentalnya. Sejak bulan kesembilan tahun lalu, volume impor batu bara Asia mulai naik hingga Januari 2021.

Impor dari India relatif stabil sementara impor China terus meningkat seiring dengan peningkatan permintaan dan ketatnya pasokan yang membuat harga batu bara lokalnya naik tajam.

Tren arus perdagangan batu bara dunia juga mengalami perbaikan. Hal ini tampak dari aliran perdagangan batu bara yang meningkat di bulan November tahun lalu di kisaran 80 juta ton menjadi hampir 100 juta ton pada Desember. 

Namun, mulai Januari 2021 volume perdagangan batu bara dunia mulai melandai. Refinitiv mencatat volume perdagangan di awal tahun justru turun mendekati 80 juta ton lagi. Di bulan Februari impor batu bara dari China dan India juga melambat. Hal ini sempat memicu koreksi harga di bulan pertama tahun ini. 

Penurunan harga batu bara belakangan ini juga dipicu oleh outlook pasokan yang lebih kuat dari Australia setelah terganggu oleh banjir dan pemadaman listrik beberapa waktu lalu. 

Melansir Argus Media, sepanjang 19-30 Maret pelabuhan ekspor Newcastle tak memuat batu baranya karena dua pemuat kapal rusak. Namun ekspor kembali pulih ke level 200 ribu ton per hari pada enam hari pertama bulan April setelah sebelumnya ambles ke 150 ribu ton per hari di Maret. 

Kembali membaiknya pasokan serta adanya tren penurunan permintaan dan aliran perdagangan global inilah yang membuat harga batu bara menjadi tertekan hebat belakangan ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading