Bos BCA: Bank Digital BCA Siap Operasi Pertengahan Tahun!

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
08 April 2021 13:55
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (Tangkapan Layar Webinar) Foto: Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (Tangkapan Layar Webinar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengungkapkan operasional Bank Digital BCA, hasil transformasi dari PT Bank Royal Indonesia, ditargetkan bisa beroperasi pada pertengahan tahun ini.

"Royal Bank disiapkan menjadi BCA Digital, kami harap pertengahan tahun ini paling lambat bisa operasi sendiri yang bisa dioperasikan," kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, dalam diskusi virtual VIP Forum Digital Bank, digelar CNBC Indonesia, Kamis (8/4/2021).

Jahja menjelaskan, dengan hadirnya bank digital layanan akan lebih terintegrasi dengan cakupan nasabah yang beragam. Selama ini BCA memiliki nasabah eksisting sehingga dengan adanya bank digital ada segmen tertentu yang bisa difokuskan.


"Kalau kita lihat ini masalah kebutuhan, saya ambil contoh McDonald, anda datang duduk nyaman itu fast food, tapi yang digital, dia bisa pesan melalui ecommerce yang menyediakan menu itu, ada Grab, Shopee Food, GoFood," jelas Jahja.

"Tapi ada segmen tertentu yang suka atau kurang digital, mereka cari yang drive thru. Sama kaya BCA begitu kira-kira,kita punya bank ada yang nasabah konvensional, milenial, maka ada tengah-tengah kami pikir ada segmen tertentu yang lebih fokus kalau punya Digital Bank BCA, Royal Bank disiapkan menjadi BCA Digital."

Sebelumnya Jahja menjelaskan, secara sederhana, dapat diartikan neo bank di BCA Digital adalah bank yang menjalankan seluruh bisnisnya secara digital, tidak mempunyai kantor cabang (branchless). Menurut Jahja, nantinya Bank Digital BCA juga akan tergabung dengan ekosistem perseroan seperti misalnya ATM BCA.

"Iya [jadi neo bank], karena secara bank digital gak punya cabang, gak langsung handling cash, itu dompleng kepada ATM BCA," beber Jahja, dalam acara konferensi pers secara daring, Senin (8/2/2021).

Seperti diketahui, bank digital saat ini sedang menjadi tren di mana perusahaan startup unicorn seperti PT Aplikasi Karya Anak Bangsa juga mulai masuk ke bank digital dengan berinvestasi di PT Bank Jago Tbk (ARTO) atau dulu bernama PT Bank Artos Indonesia.

Beberapa nama bank yang sudah lebih dulu masuk ke digital seperti DBS Indonesia melalui Digibak dan PT Bank BTPN Tbk (BTPN) melalui Jenius. Kemudian, CT Corp juga masuk bank digital dengan mengakuisi PT Bank Harda International Tbk (BBHI).

Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim mengatakan, saat ini, perseroan sedang mengembangkan aplikasi Bank Digital BCA namun untuk lingkup internal. Segmen yang disasar dari Bank Digital BCA terutama kelompok milenial.

"Saat ini piloting secara internal, rencana akan launch kepada masyarakat semester pertama tahun ini," ujarnya.

BCA mengambilalih saham Bank Royal pada November 2019. "Nilai pengambilalihan yang dilakukan adalah sebesar Rp 988.046.957.182. Transaksi bukan merupakan transaksi material," tulis Jahja, dalam pengumuman di Bursa Efek Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading