Yang Boleh dan 'Haram' Dilakukan Saat IHSG Jatuh

Market - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
05 April 2021 19:28
Bursa Efek Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam beberapa waktu terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak henti mengalami penurunan yang tajam. Setelah pekan lalu ambruk, pagi ini juga IHSG sempat anjlok ke angka 5.992,6 pada pembukaan perdagangan tadi.

Di tengah ketidakpastian ini, pelaku pasar harus cermat dalam mengambil langkah, jangan sampai modal yang dimiliki justru habis tidak berbekas. Technical Analyst PT BCA Sekuritas Achmad Yaki Yamani menilai pelaku pasar perlu memperhatikan isu yang beredar dengan seksama, misalnya rencana BPJS Ketenagakerjaan yang akan mengurangi porsi invetasinya di saham.

"Terkait pengalihan BPJS Jamsostek, ini belum ada detilnya, berapa besar dari porsi investasi yang dilakukan di pasar equity. Misalnya dia ada Rp 100 triliun, kita ngga tau equity ada Rp 30 triliun atau Rp 50 triliun atau berapa triliun, kita ngga tau berapa Jamsostek yang dialokasikan untuk equity. Ini yang harus dicermati teman-teman," sebut Yaki.


"Jadi jangan baca berita umum ketakutan, pengalihannya kita ngga tau berapa besar yang akan dialihkan untuk investasi langsung apa obligasi, apa seluruhnya apa sebagian kecil ini kalimat yg harus dicermati trader dan investor," lanjutnya.

Hingga saat ini, ada beberapa isu yang menjadi perhatian pelaku pasar, selain pengalihan investasi BPJS Ketenagakerjaan, ada juga potensi gagal bayar Archegos Capital Management hingga kenaikan US Treasury Yield

"Kasus archigos capital kalo ada yang gagal bayar bisa berdampak ke emerging market, ini lebih regional global. Kalau pengalihan pengalihan invest BPJS Jamsostek ngaruh harusnya lebih ke dmestik player karena saya lihat yang bikin penurunan IHSG lebih karna outflow dari asingnya sendiri, bukan domestiknya. Sampai saat ini saya ngga lihat domestik keluar gede tapi outflow dari foreign sendiri," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading