Indosat Ooredoo & UNDP Kolaborasi Tanggulangi Covid-19

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
01 April 2021 14:19
dok: Indosat Ooredoo

Jakarta, CNBC Indonesia- PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Kolaborasi ini mencakup percepatan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia, dengan menggunakan teknologi digital inovatif.

Kerja sama ini ditandai Memorandum of Understanding (MoU), dimana keduanya akan melakukan survei publik untuk memahami dampak pandemi Covid-19 di kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama mengatakan kemitraan dengan UNDP semakin memperkuat komitmen Indosat Ooredoo untuk mempercepat pemulihan Covid-19. Dengan begitu Mobil Klinik milik Indosat pun dapat memberikan akses yang lebih luas ke vaksin gratis bagi masyarakat di Jawa dan Bali.


Kemitraan ini juga mendukung ketahanan dan digitalisasi UMKM serta wirausahawan perempuan sebagai tulang punggung ekonomi digital Indonesia untuk bertahan di masa-masa penuh tantangan akibat pandemi.

"Kami berupaya memberikan kontribusi yang signifikan untuk mendukung kebangkitan Indonesia sebagai bangsa yang lebih tangguh di masa depan. Dan tentunya untuk berbagi semangat kebersamaan karena kita #BisaBangkitBersama," katanya dalam siaran resminya, Rabu (31/03/2021).

Dalam kesempatan yang sama Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Norimasa Shimomura mengatakan MoU ini merupakan bagian dari strategi kemitraan UNDP yang lebih besar, untuk menjalin kerjasama dengan mitra non-konvensional seperti sektor swasta, demi mencapai SDGs. Selain itu, Indosat Ooredoo dan UNDP juga sepakat untuk meningkatkan kapasitas wirausahawan perempuan di Indonesia. Kerjasama ini juaga memperluas rencana UNDP untuk memanfaatkan teknologi digital dan menghasilkan solusi inovatif.

"Kemitraan ini akan memberikan akses ke jaringan digital yang luas dan berbagai solusi inovatif Indosat Ooredoo. Perangkat digital jelas merupakan pendorong baru untuk pembangunan dan kami sudah melihat beberapa hasil positif inovasi digital. Kemitraan digital yang kuat sangat penting untuk menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia dan memastikan tidak seorangpun tertinggal," kata Shimomura.

dok: Indosat OoredooFoto: Tampak pada gambar President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama (tengah) berbincang dengan Resident Representative UNDP Indonesia, Norimasa Shimomura (dua dari kiri) yang disaksikan oleh Director & Chief Operating Officer, Vikram Sinha (paling kanan), Director & Chief Strategy and Innovation Officer, Arief Musta'in (dua dari kanan), dan Head of Innovative Financing Lab UNDP Indonesia, Muhammad Didi (paling kiri), seusai penandatanganan MoU di Kantor Pusat Indosat Ooredoo, Jakarta (31/3). (dok: Indosat Ooredoo)

Adapun Beberapa bidang kerja sama termasuk pemanfaatan inovasi data dan teknologi digital untuk implementasi SDGs, pemulihan ekonomi hijau dan inklusif dari dampak pandemi COVID-19 melalui inisiatif digital, terutama di perdesaan dan daerah tertinggal.

Selain itu ada pula penguatan kewirausahaan di Indonesia dengan fokus pada pemuda, perempuan, dan kelompok rentan, peningkatan literasi digital dan pengurangan kesenjangan digital kelompok sasaran dengan memungkinkan akses ke informasi dan teknologi serta menyediakan produk dan layanan digital yang terjangkau.

UNDP dan Indosat Ooredoo juga akan melakukan diversifikasi pemahaman bersama tentang kelompok rentan dengan memulai keterlibatan aktif dari pemuda, perempuan, penyandang disabilitas, komunitas terdampak bencana, dan lain-lain. Kolaborasi ini akan memanfaatkan jaringan platform Youth Co:Lab UNDP. Sebagai inkubator untuk start-up dan wirausaha sosial yang dipimpin kaum muda, Youth Co:Lab berfokus untuk melibatkan kaum muda dari Kawasan Timur Indonesia.

Survei publik tentang UMKM akan menindaklanjuti studi UNDP sebelumnya terhadap 1.180 UMKM di 15 provinsi pada tahun 2020 bekerja sama dengan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia. Studi tersebut mengkonfirmasi keganasan dan kedalaman pandemi Covid-19 bagi perekonomian Indonesia, yang mengungkapkan sembilan dari sepuluh UMKM mengalami penurunan permintaan produk mereka selama pandemi.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading