Ekspansi Besar-besaran, Indosat Rogoh Capex Rp 8 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 February 2021 17:54
Ahmad Al-Neama, CEO Indosat. Dok: Indosat

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) terus melakukan peningkatan dan perluasan jaringan di Indonesia dengan fokus pada pengembangan jaringan 4G/LTE (long term evolution) dan jaringan video grade. Untuk itu di tahun ini perusahaan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 8 triliun.

President Director dan CEO Indosat Ahmad Al-Neama mengatakan tahun 2020 merupakan periode yang penuh tantangan dari berbagai aspek bagi perusahaan, termasuk adanya pandemi Covid-19. Namun pertumbuhan bisnis masih menjadi fokus perusahaan untuk tahun ini.

"Kami yakin pertumbuhan akan berlanjut ke 2021 dan akan lebih baik dari 2020. Namun dengan pertimbangan perbaikan perekonomian dan perkembangan kasus Covid-19. Kami optimis pertumbuhan akan sesuai dengan target margin EBITDA [laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi] kisaran bawah level 40% dan capex Rp 8 triliun," kata Ahmad dalam konferensi pers virtual, Jumat (19/2/2021).


Dalam kesempatan yang sama, Direktur dan Chief Financial Officer (CFO) Indosat Eyas Naif Assaf, mengatakan tahun ini perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan sejalan dengan pertumbuhan industri.

Adapun dari sisi guidance margin EBITDA perusahaan milik Ooredoo Qatar ini akan berada pada kisaran 44%-45%.

Untuk mendorong pertumbuhan ini, katanya, perusahaan akan mengalokasikan mayoritas dari capex yang telah dianggarkan untuk ekspansi agar perusahaan tersebut bertumbuh.

"Kami mengharapkan pendapatan kami tumbuh sejalan dengan pasar. Margin EBITDA kami masih akan di kisaran 40, di 2020 margin EBITDA kami mencapai 40,9%, kami berharap tahun ini bisa tumbuh 44%-45%," kata dia di kesempatan yang sama.

Dia menegaskan, peningkatan jaringan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang sejalan dengan rencana ekonomi digital pemerintah Indonesia serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Kinerja 2020

Sepanjang 2020 Indosat membukukan kerugian Rp 716,72 miliar. Kinerja ini jauh berbeda dari capaian perusahaan dari periode yang sama tahun sebelumnya di mana tercatat laba bersih sebesar Rp 1,56 triliun.

Kerugian ini terjadi kendati pendapatan perusahaan mengalami kenaikan 6,92% secara tahunan (year on year/YoY). Kenaikan tersebut membuat pendapatan perusahaan di tahun lalu menjadi senilai Rp 27,92 triliun, dari tahun 2019 sebesar Rp 26,11 triliun.

Kenaikan paling besar terjadi pada pendapatan seluler menjadi senilai Rp 23,06 triliun, dari sebelumnya di akhir 2019 yang senilai Rp 20,67 triliun.

Sedangkan pendapatan multimedia, komunikasi daya, internet turun menjadi Rp 4,28 triliun dari sebelumnya Rp 4,78 triliun. Diikuti oleh turunnya pendapatan telekomunikasi tetap menjadi sebesar Rp 560,53 miliar dari sebelumnya Rp 662,47 miliar.

Sementara itu, EBITDA tumbuh 16% YoY mencapai Rp11,4 triliun, akibat pertumbuhan pendapatan yang baik serta fokus perusahaan atas efisiensi operasional. Margin EBITDA tercatat sebesar 40,9%, tumbuh sebesar 3,2 bps dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Jumlah pelanggan seluler tumbuh 1,7% YoY menjadi 60,3 juta pelanggan per akhir tahun 2020 serta pendapatan rata-rata per pelanggan (average revenue per user, ARPU) meningkat menjadi Rp 31,9 ribu dari sebelumnya Rp 27,9 ribu, didorong oleh peningkatan traffic data yang signifikan sebesar 52,8% YoY.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading