Mengintip Kinerja Indosat 2020 di Tengah Pandemi

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 February 2021 10:53
foto : detik.com/Ari Saputra

Jakarta, CNBC Indonesia - Operator telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) selama 2020 membukukan kerugian Rp 716,72 miliar. Kinerja ini jauh berbeda dari capaian perusahaan dari periode yang sama tahun sebelumnya dimana tercatat laba bersih sebesar Rp 1,56 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, nilai laba bersih per saham juga mengalami minus Rp 131,90 dari sebelumnya positif Rp 288,74.

Kerugian ini terjadi kendati pendapatan perusahaan mengalami kenaikan 6,92% secara tahunan (year on year/YoY). Kenaikan tersebut membuat pendapatan perusahaan di tahun lalu menjadi senilai Rp 27,92 triliun, dari tahun 2019 sebesar Rp 26,11 triliun.


President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama mengatakan meskipun menghadapi berbagai tantangan pandemi COVID-19 dan kompetisi harga dari operator lain, Indosat Ooredoo terus menjalankan strategi tiga-tahun Perusahaan serta mampu menjaga momentum pertumbuhan.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang tiada henti dari para pelanggan setia kami yang telah memotivasi kami untuk terus berinvestasi dalam pengembangan jaringan 4G serta menghadirkan penawaran digital baru yang inovatif guna memastikan bahwa pelanggan dapat merasakan pengalaman seluler terbaik. Komitmen kami terhadap pelanggan serta untuk mengetengahkan penawaran produk yang sederhana dan relevan telah berkontribusi pada peningkatan jumlah pelanggan dan volume trafik data. Pertumbuhan ini memungkinkan perusahaan untuk membukukan pertumbuhan pendapatan seluler di atas rata-rata pasar serta peningkatan market share signifikan," kata Ahmad Al-Neama.

Indosat Ooredoo akan mengantisipasi gaya hidup secara daring serta kegiatan bekerja dan belajar dari rumah, yang menjadi marak karena pandemi, akan menjadi gaya hidup yang permanen.

Selain itu, lanjut Al-Neama, Indosat berkomitmen penuh untuk mendukung pelanggan seluler dan bisnis kami agar mampu beradaptasi dengan situasi new normal dengan terus meningkatkan kinerja jaringan untuk memenuhi akselerasi pertumbuhan permintaan data.

"Kami percaya melalui solusi digital baru perusahaan akan dapat melengkapi dan mempermudah kehidupan digital pelanggan. Inisiatif-inisiatif kami ini mendukung agenda transformasi digital di Indonesia dan menciptakan nilai tambah bagi stakeholder Perusahaan," tambahnya.

Indosat Ooredoo telah mencatatkan kinerja usaha tahunan yang kokoh per 31 Desember 2020, total pendapatan tumbuh sebesar 6,9% (YoY) menjadi Rp27,9 triliun dan pendapatan seluler tumbuh sebesar 11,6% (YoY) menjadi Rp23,1 triliun.

EBITDA tumbuh 16% YoY mencapai Rp11,4 triliun, akibat pertumbuhan pendapatan yang baik serta fokus perusahaan atas efisiensi operasional. Marjin EBITDA tercatat sebesar 40.9%, tumbuh sebesar 3.2 bps dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Jumlah pelanggan seluler tumbuh 1.7% YoY menjadi 60,3 juta pelangan per akhir tahun 2020 serta Pendapatan rata-rata per Pelanggan (ARPU) meningkat menjadi Rp31,9 ribu dari sebelumnya Rp27,9 ribu, didorong oleh peningkatan trafik data yang signifikan sebesar 52.8% YoY.

Indosat Ooredoo juga membukukan kinerja operasional yang kuat dengan meningkatkan pengalaman video sebanyak 55,8% YoY, meningkatkan kecepatan 4G hingga dua kali lipat, dan secara signifikan meningkatkan kecepatan unggah kami sebanyak 88,4% YoY.

Kenaikan paling besar terjadi pada pendapatan seluler menjadi senilai Rp 23,06 triliun, dari sebelumnya di akhir 2019 yang senilai Rp 20,67 triliun.

Sedangkan pendapatan multimedia, komunikasi daya, internet turun menjadi Rp 4,28 triliun dari sebelumnya Rp 4,78 triliun. Diikuti oleh turunnya pendapatan telekomunikasi tetap menjadi sebesar Rp 560,53 miliar dari sebelumnya Rp 662,47 miliar.

Pada periode akhir tahun lalu terjadi kenaikan beban total menjadi senilai Rp 25,52 triliun dari posisi akhir 2019 yang senilai Rp 21,88 triliun. Sebab pada 2020 perusahaan sudah tak lagi mengantongi keuntungan dari jual dan sewa menara serta dari penerimaan aset yang nilainya terbilang besar di akhir 2019.

Salah satu penyebab rugi Indosat adalah kenaikan biaya keuangan 10,14% menjadi sebesar Rp 3,04 triliun di akhir 2020, dari posisi akhir tahun sebelumnya senilai Rp 2,76 triliun. Ini terdiri dari kenaikan bungan pinjaman dari Rp 1,64 triliun menjadi Rp 2,04 triliun dan beberpa beban bunga lainnya.

Selain itu juga terjadi kerugian dari selisih kurs mencapai Rp 57,72 miliar dari sebelumnya pos ini untung Rp 77,62 miliar.

Dari segi aset, nilai kas dan setara kas mengalami penurunan drastis menjadi senilai Rp 1,78 triliun dari setahun sebelumnya senilai Rp 5,88 triliun.

Aset total tercatat senilai Rp 62,77 triliun, terbilang stagnan dari posisi tahun sebelumnya yang senilai Rp 62,81 triliun. Nilai aset lancar turun menjadi Rp 9,59 triliun dari Rp 12,44 triliun dan aset tak lancar naik menjadi Rp 53,18 triliun dari Rp 50,36 triliun.

Liabilitas perusahaan juga tak bergerak tinggi selama satu tahun terakhir menjadi senilai Rp 49,86 triliun dari Rp 49,10 triliun. Tercatat liabilitas jangka pendek senilai Rp 22,65 triliun dan liabilitas jangka panjang senilai Rp 27,20 triliun.

Ekuitas perusahaan pada akhir Desember 2020 tercatat sebesar Rp 12,91 triliun, turun tipis dari Rp 13,07 triliun di akhir periode yang sama tahun sebelumnya.

Selama tahun 2020, Indosat Ooredoo berhasil menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan digital global seperti Facebook, Google, Cisco, dan Ericsson untuk menghadirkan teknologi terkini yang dapat mempercepat digitalisasi pengalaman pelanggan serta meningkatkan jaringan internet di Indonesia.

Indosat akan terus memperkenalkan produk baru yang inovatif untuk membantu pelanggan tetap terhubung serta mendukung pelaku usaha dan institusi pendidikan agar tetap beroperasi selama pandemi. Melalui IM3 Ooredoo, kami meluncurkan paket bisnis IMPreneur terbaru yang dirancang khusus untuk UKM. Melalui Indosat Ooredoo Business, kami baru-baru ini memperkenalkan solusi "iDo Voice" yang terdiri dari tiga layanan suara baru untuk pelanggan korporat.

Investasi Indosat Ooredoo dalam pengembangan infrastruktur jaringan 4G serta komitmen kami kepada pelanggan kembali memperoleh penghargaan bisnis internasional yang bergengsi.

Di ajang OpenSignal Global Mobile Network Experience Awards 2020, perusahaan menerima penghargaan "Global Rising Star" dalam kategori Video Experience, selain itu kami juga baru-baru ini memenangkan kategori Corporate Excellence di ajang Industri Telekomunikasi & TIK di Asia Pacific Enterprise Awards (APEA) 2020 Regional Edition.

Pada tahun 2021, Indosat Ooredoo akan melanjutkan peningkatan dan perluasan jaringan perusahaan dengan fokus pada pengembangan 4G/LTE dan Jaringan Video Grade yang mampu memberikan layanan internet yang semakin baik kepada pelanggan. Peningkatan jaringan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung transformasi digital Indonesia yang sejalan dengan rencana ekonomi digital pemerintah Indonesia serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Kami yakin bahwa momentum pertumbuhan ini akan berlanjut pada tahun 2021. Namun, karena ketidakpastian pemulihan ekonomi dari pandemi, dengan penuh pertimbangan kami optimis untuk mencapai pertumbuhan pendapatan sesuai dengan industri, marjin EBITDA di kisaran batas bawah level 40%, serta belanja modal di kisaran 8 triliun rupiah.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading