BIRD Babak Belur, Efek Covid Revenue Drop 50% & Rugi Rp 161 M

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
31 March 2021 10:40
foto : bluebirdgroup.com

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengelola taksi, PT Blue Bird Tbk (BIRD), membukukan kerugian bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 161,35 miliar. Perolehan tersebut, berkebalikan dari laba di tahun sebelumnya senilai Rp 314,56 miliar.

Mengacu laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan, laba rugi per saham dasar anjlok menjadi minus 64 per saham dari sebelumnya laba Rp 126 per saham.

Pendapatan BIRD tahun lalu tercatat sebesar Rp 2,04 triliun atau turun hampir 50% dari tahun sebelumnya Rp 4,04 triliun.


Beban langsung perseroan sebesar Rp 1,71 triliun dari sebelumnya Rp 2,95 triliun. Dengan demikian, laba bruto perseroan menjadi sebesar Rp 334,51 miliar dari sebelumnya Rp 1,09 triliun.

Pada tahun lalu, perseroan mencatatkan beban bunga sebesar Rp 104,66 miliar, lebih tinggi dari sebelumnya Rp 80,69 miliar.

Sampai dengan periode 31 Desember 2020, total aset perseroan mencapai Rp 7,25 triliun yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp 1,24 triliun dan aset tidak lancar Rp 6,011 triliun. Total aset tersebut terdiri dari liabilitas sebesar Rp 2,01 triliun dan ekuitas sebesar Rp 5,23 triliun.

Sebelumnya, pada periode kuartal ketiga tahun ini, perseroan berhasil membukukan kenaikan pendapatan 51% dibandingkan kuartal kedua tahun 2020.

Sementara itu, gross profit margin di kuartal 3 sebesar 12,1% dibandingkan kuartal 2 sebesar -0,5%. EBITDA meningkat dari sebelumnya Rp 7,5 miliar di kuartal 2 tahun 2020 menjadi Rp 69,1 milyar di kuartal 3 tahun 2020.

"Meskipun di September Jakarta sempat kembali memberlakukan PSBB ketat. Recovery yang terjadi di kuartal 3 tahun ini membuktikan bahwa layanan Blue Bird masih dibutuhkan di masa pandemi ini," kata Direktur Utama Blue Bird, Noni Purnomo, dalam keterangan pers.

Salah satu kunci recovery perseroan adalah memberikan layanan yang mempraktekkan protokol kesehatan yang ketat. Perseroan juga menunjukkan langkah efisiensi pengeluaran yang terjadi di seluruh lini, di mana total Opex pada kuartal 3/2020 berada di angka Rp 118 miliar, merupakan angka terendah sejak kuartal 1/2019.

"Dengan kinerja yang berhasil kami capai pada kuartal 3/2020 ini, perseroan telah berhasil melewati situasi terburuk dan kami lebih optimis dalam menatap proyeksi di masa yang akan datang," imbuh Noni.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading