Kepedulian Lingkungan Membuat Usaha Batu Bara Berkelanjutan

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
26 March 2021 16:37
PT Bumi

Jakarta, CNBC Indonesia- Industri batu bara dikenal sebagai industri yang kurang ramah lingkungan, wilayah bekas tambangnya pun dinilai bisa merusak lingkungan. Untuk itu dibutuhkan komitmen yang kuat agar tidak hanya mengeruk kekayaan alam tanpa menjaga keberlanjutannya.

Emiten batu bara terbesar di Indonesia PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi salah satu perusahaan yang mengedepankan Environmental, Social and Good Governance (ESG). Artinya perusahaan tidak hanya mengeruk batu bara, namun juga bertanggung jawab pada lingkungan.

Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava perusahaan bisa konsisten memproduksi batu bara dengan jumlah yang besar karena menjaga lingkungan di wilayah tambang.


"Jika kami tidak memperhatikan lingkungan produksi batu bara kami juga tidak akan sustain, karena kami memelihara lingkungan dengan berbagai upaya produksi kami pun bisa dijaga, bukan hanya sekedar menambang," kata Dileep kepada CNBC Indonesia belum lama ini.

Dileep menegaskan perusahaan juga fokus pada aktivitas energi terbarukan, dan berkontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca. Dia menilai meski sektor batu bara sering dianggap tidak ramah lingkungan, padahal industri ini memliki andil besar dalam mengurangi emisi dengan produksi yang besar.

"Kami memproduksi batu bara dengan sangat bersih dan bertanggung jawab, dan batu bara juga bisa berperan penting untuk hilir sesuai dengan kebijakan nasional," katanya.

Salah satu upaya lingkungan yang dilakukan Bumi Resources yang sejalan dengan aturan yaitu mengolah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) melalui anak usahanya PT Kaltim Prima Coal. Melalui program Sustainable Development dalam bidang Lingkungan, yakni pemanfaatan FABA yang sebelumnya termasuk dalam daftar jenis limbah B3 ternyata dapat dimanfaatkan dan memberikan nilai tambah ekonomi.

FABA dikategorikan menjadi Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Beberapa produk yang bisa dihasilkan dari FABA di antaranya semen, corn block, ataupun pupuk. KPC sejak tahun 2017 telah melakukan uji coba pemanfaatan FABA sebagai bahan baku lapisan penudung material berpotensi asam (Potential Acid Forming/PAF) di tambang KPC.

Dileep menyebutkan, perusahaan juga terbukti mendapatkan berbagai penghargaan untuk kategori lingkungan. Contohnya saja, penghargaan prestisius Peringkat Emas (GOLD Rank) yang ketiga kali berturut-turut dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2020 dari National Center For Sustainability Reporting (NCSR) bekerjasama dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP).

Apresiasi ini berhasil dipertahankan BUMI dalam tiga tahun berturut-turut ini menjadi wujud komitmen Perseroan dalam hal adopsi standar pelaporan dunia yang baik pada area Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) sebagai salah satu aspek strategis perusahaan. BUMI juga merupakan salah satu dari 44 perusahaan terbaik dari Indonesia, Singapura, Filipina, dan Bangladesh yang menerima penghargaan GOLD Rank.

Bukan hanya penghargaan, bekas tambang milik perusahaan juga disulap menjadi kawasan eco wisata yakni Telaga Batu Arang. Danau bekas tambang pit Surya milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) kini telah disulap menjadi eco tourism dari sebelumnya kawasan pertambangan batu bara. Kawasan seluas 270 hektar are dengan telaga seluas 12,43 hektar ini telah direklamasi sejak 2001, dan menjadi wisata edukasi, kebun botani dan hewani, serta menjadi zona wisata pasca tambang di Sangatta, Kalimantan Timur.

Telaga di TBA yang sebelumnya kolam pengendapan telah berubah menjadi objek wisata utama, dan keanekaragaman hayati melalui rehabilitasi lahan juga telah mengundang berbagai hewan endemic. Bahkan air dari telaga dikategorikan kelas A yakni air baku air minum oleh BPPT dan dapat menjadi sumber air PDAM.

Anak usaha BUMI ini juga melakukan berbagai persiapan berupa pembangunan infrastruktur, pendampingan komunitas sekitar TBA, serta penyusunan format dan bentuk wisata yang sesuai dengan kondisi alam di kawasan tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading