Begini Ending PKPU Sentul City, Siapa yang Menang?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
23 March 2021 18:45
Sentul City

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten properti PT Sentul City Tbk (BKSL), mengumumkan berakhirnya Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Menurut Presiden Direktur Sentul City, Tjetje Muljanto berakhirnya PKPU tersebut lantaran majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah mengesahkan perjanjian perdamaian 9 Maret 2021 yang telah ditandatangani oleh Debitor PKPU, Tim Pengurus dan Hakim Pengawas.

Poin putusan PN Jakarta Pusat tersebut menghukum debitor PKPU dan para kreditornya untuk tunduk dan melaksanakan isi perjanjian perdamaian tertanggal 9 Maret 2021.


"Menyatakan, penundaan kewajiban pembayaran utang dengan nomor perkara perkara 24/Pdt.sus-PKPU/2021/PN.Niaga.JKT.PST, demi hukum berakhir," kata Tjetje, dalam pengumumannya, Selasa (23/3/2021).

Selanjutnya, poin tersebut juga menetapkan biaya pengurusan dan imbalan jasa bagi tim pengurus serta menghukum debitor PKPU untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 3,90 juta.

Sebelumnya, Majelis Hakim perkara PKPU mengesahkan perjanjian perdamaian antara kreditur dengan Sentul City dalam persidangan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Senin (15/3) lalu.

Ketua Majelis Hakim PKPU Dulhusin, didampingi dua anggota majelis hakim yaitu Makmur dan Made Sukereni memberikan homologasi perjanjian perdamaian dan meminta kedua belah pihak untuk tunduk dan menjalankan isi dari perjanjian perdamaian tersebut.

"Dengan demikian Berdasarkan ketentuan Pasal 286 UU Kepailitan dan PKPU Perjanjian Perdamaian yg telah disahkan tersebut harus dilaksanakan oleh Debitur dan menjadi mengikat bagi semua Kreditur," jelas Imran Nating, tim pengurus PKPU PT Sentul City dalam keterangan persnya, Senin (15/3)

Pada Selasa (9/3) pekan lalu telah digelar rapat untuk memaparkan proposal perdamaian oleh debitur dan dilanjutkan dengan pemungutan suara persetujuan dari 100% kreditur pemegang jaminan (secure), dan persetujuan 97,2% kreditur konkuren dan atau konsumen, vendor.

Sentul City terlebih dahulu sudah menyampaikan skema restrukturisasi terkait perkara gugatan yang dilayangkan oleh PT Prakasaguna Ciptapratama, kontraktor yang melaksanakan proyek Aeon di kawasan Sentul City.

Gugatan ini dilatarbelakangi utang jatuh tempo yang belum dibayarkan Sentul City kepada kontraktor sebesar Rp 7,53 miliar. Padahal, sebelumnya Sentul City dan kontraktor telah sepakat memperpanjang jatuh tempo jadi 30 Oktober 2020.

Sekadar informasi, Prakasaguna selaku kontraktor yang melaksanakan proyek AEON di kawasan Sentul City telah melayangkan permohonan PKPU terhadap BKSL ke Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat dan didaftarkan pada 7 Januari 2021.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading