Apa Kabar Saham-saham Mansurmology, Sudah Cuan Berapa ya?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
18 March 2021 13:20
Ustaz Yusuf Mansur/Detik

Jakarta, CNBC Indonesia - Istilah Mansurmology mendadak ramai sejak awal tahun ketika investor saham dan pemilik perusahaan aset manajemen PT Paytren Aset Manajemen (Paytren), Ustaz Yusuf Mansur, memberikan wejangan soal investasi di pasar modal bagi 'pengikut' setia' yang kemudian menamakannya Mansurmology.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur'an ini pun seringkali mengunggah pandangannya soal investasi saham di media sosial terutama Instagram.

Bahkan dia juga akan membawa Paytren untuk mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini.


Beberapa kali ustaz YM, panggilan akrabnya, membeberkan portofolio investasi sahamnya di Instagram, atau mencoba menjelaskan dan memberi pemahaman akan satu saham tertentu (yang mungkin menjadi incarannya) lengkap dengan analisis sederhananya.

Sejumlah saham disebut YM mulai dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), hingga menyebutkan dia memiliki saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) ketika masih bernama PT Bank BRISyariah Tbk.

Lantas bagaimana kinerja saham-saham 'koleksi' YM sejauh ini?

Ternyata, mengacu data BEI, mayoritas saham-saham 'koleksi' Yusuf Mansur, bergerak di zona merah pada di sepanjang sesi I hari ini, Kamis (18/3).

Berikut gerak saham-saham sang ustaz yang memiliki prinsip 'Mansurmology', tersebut, pada penutupan sesi I.

  1. Telkom Indonesia (TLKM), +1,77%, ke Rp 3.440, transaksi Rp 172 M, sebulan +9,52%

  2. Bukit Asam (PTBA), +1,11%, ke Rp 2.740, transaksi Rp 79 M, sebulan +7,03%
  3. Waskita Karya (WSKT), =0,00%, ke Rp 1.460, transaksi Rp 49 M, sebulan -3,63%

  4. Adhi Karya (ADHI), =0,00%, ke Rp 1.330, transaksi Rp 8 M, sebulan -9,22% 

  5. MNC Kapital Indonesia (BCAP), -0,84% ke Rp 118, transaksi Rp 1 M, sebulan -14,49%

  6. Wijaya Karya (WIKA), -0,86%, ke Rp 1.720, transaksi Rp 27 M, sebulan -8,75%

  7. Garuda Indonesia (GIAA), -1,59%, ke Rp 372, transaksi Rp 10 M, sebulan +12,05%

Melihat tabel di atas, dari tujuh saham yang sempat dibahas pemilik perusahaan aset manajemen Paytren tersebut, ada enam saham pelat merah.

Adapun, dari jumlah tersebut ada hanya dua saham yang menguat, sementara dua saham stagnan, dan tiga sisanya merosot di zona merah.

Saham emiten batu bara BUMN, PTBA, mencatatkan penguatan sebesar 1,11% ke Rp 3.450/saham dengan nilai transaksi Rp 79 miliar. Asing tercatat masuk ke saham ini sebesar Rp 22,41 miliar.

Dalam seminggu, saham PTBA sudah menguat 5,38%, sementara dalam sebulan sudah melesat 7,03%. Lalu, secara year to date (YTD), sudah melejit 15,13%.

Sebagai informasi, PTBA membukukan laba bersih senilai Rp 2,38 triliun sepanjang tahun lalu.

Besaran laba bersih ini turun 41,16% secara tahunan (year on year (YoY) dibanding dengan laba bersih pada akhir Desember 2019 yang senilai Rp 4,05 triliun.

Pihak manajemen PTBA memaparkan pada Jumat (12/3), perusahaan menargetkan produksi batu bara di tahun 2021 naik 19% dari tahun 2020. Dari capaian 2020 sebesar 24,8 juta ton tahun ini menjadi 29,5 juta ton.

Sebagai tambahan, PTBA juga menyiapkan anggaran untuk diversifikasi bisnis dan hilirisasi batu bara sebesar Rp 3,8 triliun pada tahun ini. Hilirisasi tersebut melalui proyek gasifikasi masuk dalam proyek strategis nasional (PSN).

Sementara, tiga saham emiten konstruksi dalam portofolio Ustaz Yusuf Mansur ditutup beragam.

WSKT stagnan di ke Rp 1.460, ADHI tak bergerak di Rp 1.330 dan WIKA turun -0,86%, ke Rp 1.720.

Padahal, kemarin ketiga saham tersebut bersama dengan mayoritas saham emiten konstruksi lainnya ditutup menghijau setelah terkena sentimen kabar baik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal aturan PPh final jasa konstruksi.

Sebagai informasi, Ustaz YM beberapa kali memberikan rekomendasi saham melalui akun media sosial Instagram miliknya.

Pada 7 November 2020, YM menulis soal saham GIAA di akun intagramnya. "Ga usah pusing nih Garuda, contohnya... Biar disuntik permodalan oleh rakyat secara direct... Secara lsg [langsung]," tulis sang Ustaz di caption postingannya.

[Gambas:Instagram]



Kemudian, pada 29 Desember 2020, YM menyebut dua saham konstruksi BUMN yakni WSKT dan ADHI.

Tak berhenti sampai di situ, pada 20 Januari 2021, sang ustaz kembali mem-posting saham. Kali ini ia menyinggung saham milik Grup MNC, BCAP. Ia menulis dalam caption Instagramnya.

"Contoh yang ini: BCAP. dari MNC Kapital. MNC Group. Ga bicara fundamental perusahaan aja. Tapi lebih ke fundamental diri sendiri. Nawaitu ikutan perusahaan yang banyak kebaikannya."

Selanjutnya, pada awal tahun ini atau 26 Januari 2021, ia mengunggah gambar pergerakan empat saham BUMN yang cukup 'seksi' di pasar modal, yakni TLKM, PTBA, WIKA, dan WSKT.

[Gambas:Instagram]

Ustaz YM menegaskan, ada perbedaan signifikan antara menabung saham dalam jangka menengah dan panjang, dan trading alias transaksi jual-beli saham dalam jangka pendek untuk mencari selisih keuntungan.

"Tentang saham, bedain antara nabung saham, dengan trader. Kalau ga mau puyeng, beneran dah. Nabung saham. Investasi saham. jangka menengah dan panjang," katanya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mansurmology 'Bersabda' Lagi: Siap-siap 2 Saham Konstruksi!


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading