Winter is Over, Hati-hati Batu Bara!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
14 March 2021 09:30
Pekerja melakukan bongkar muat batu bara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/2/2021). Pemerintah telah mengeluarkan peraturan turunan dari Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Adapun salah satunya Peraturan Pemerintah yang diterbitkan yaitu Peraturan Pemerintah No.25 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara dunia melesat sepanjang pekan ini. Relaksasi impor batu bara di China mendorong harga si batu hitam bergerak ke utara. Namun apakah bertahan lama?

Pada minggu ini, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) melonjak 5,28% secara point-to-point. Dalam sebulan terakhir, harga komoditas ini meroket lebih dari 7%.


Pada akhir tahun lalu, China melonggarkan impor batu bara untuk mencukupi kebutuhan pembangkit listrik nasional. Bukan apa-apa, permintaan listrik memang biasanya naik pada musim dingin (terutama untuk penghangat ruangan).

Kebijakan ini menjadi penting karena China adalah negara konsumen batu bara terbesar dunia. Pada 2019, konsumsi batu bara di Negeri Tirai Bambu mencapai 4,36 miliar ton. Sebagai perbandingan, konsumsi batu bara Amerika Serikat (AS) di peringkat kedua 'hanya' 924,44 juta ton.

Kebijakan relaksasi membuat impor batu bara China melesat. Pada Januari 2021, Refinitiv mencatat impor batu bara China mencapai 23,48 juta ton, tertinggi sejak Juni 2020.

Halaman Selanjutnya --> Winter is Over

Musim Dingin Berakhir
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading