Yuk ke Showroom, Ini 21 Mobil yang Dapat Diskon Gede-gedean

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
06 March 2021 07:21
Sales marketing menawarkan produk mobil di Tunas Daihatsu Tebet, Jakarta, Selasa (16/6). Pandemi corona membuat angka penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan drastis. Penjualan mobil bulan lalu anjlok hingga 95 persen bila periode yang sama tahun 2019.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diperoleh detikOto dari PT Astra International Tbk, pada bulan kelima tahun 2020, industri otomotif hanya mampu mengirim 3.551 unit mobil baru. Angka ini merosot 95 % dibanding bulan Mei 2019, di mana saat itu mencapai 84.109 unit. Angka ini merupakan penjualan berupa wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer. Seperti diketahui, banyak pabrik otomotif di Indonesia yang berhenti produksi sementara di tengah pandemi COVID-19. Wajar jika distribusinya pada Mei 2020 anjlok drastis. Adapun mengatasi penurunan banyak pabrikan otomotif  menawarkan paket penjualan khusus demi mendongkrak penjualan. Rendi selaku supervisor di Tunas Daihatsu Tebet mengatakan

Lalu, apa alasan pemerintah tebar diskon pajak mobil baru di tengah pandemi?

Berikut 3 alasannya:


1. Mempercepat pemulihan ekonomi
Analis Kebijakan Ahli Madya PKPN Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Suska, membeberkan alasannya. Diskon pajak ini, katanya dikeluarkan sebagai salah satu upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional dari hantaman pandemi COVID-19.

"Ini kan program PEN, pemberian diskon pajak dalam kerangka pemulihan ekonomi nasional," ujar Suska dalam acara Live Instagram Nyibir Fiksal di akun @BKFKemenkeu, Jumat (5/3/2021).

Lebih lanjut, Suska menjelaskan alasan lebih rinci mengapa mengeluarkan diskon pajak di sektor tersebut. Menurut Suska, sebenarnya pemerintah sudah mengeluarkan insentif pajak sejenis di sektor-sektor lainnya, sekarang hanya gilirannya sektor otomotif saja. Bukan berarti, pemerintah hanya mengistimewakan sektor tersebut.

"Sebetulnya yang eksisting insentif pajak dalam kerangka PEN itu sudah banyak diberikan," katanya.


2. Otomotif punya multiplayer effect besar
Namun, selain itu ada alasan penting dibalik pertimbangan pemerintah mengeluarkan diskon pajak kendaraan bermotor tersebut. Alasan pertama, karena sektor ini dianggap memiliki kontribusi yang signifikan bagi industri turunannya mulai dari industri komponen kendaraan mobil, dealer-nya, pekerja di semua industri itu, hingga sektor keuangan.

"Jadi kalau kita memberi insentif kepada kendaraan bermotor itu ada ikutannya, seperti industri komponen, atau yang menjadi part dari kendaraan bermotor itu juga akan terpengaruh mendapat efek juga, kemudian juga tenaga kerjanya, bukan hanya di mobilnya, tapi juga di komponen dan juga penjualannya, dealer dan sebagainya, dan dilihat juga dari sisi misalnya financingnya, biasa kan belinya nyicil, dengan meningkatnya penjualan, tentu itu bisa berpengaruh," tuturnya.

Suska merinci industri apa saja yang diuntungkan dari setiap pembelian kendaraan bermotor terutama mobil, di antaranya ada industri komponen, perdagangan besar seperti dealer, maupun pengecer, dan sektor keuangan. Sedangkan, untuk pekerja yang mungkin bisa terkena dampak positif dari hal itu adalah sekitar 1,5 juta orang.


3. Keberpihakan pada industri dalam negeri
Adanya syarat local purchase 70% juga jadi pertimbangan lainnya yang dianggap efektif mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"Dan memang karena local purchase itu menjadi persyaratan, ini benar-benar untuk mendorong industri dalam negeri," katanya.

Sebagaimana diketahui, diskon pajak mobil baru ini tak berlaku untuk semua jenis mobil.

Mengacu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 20/2021, hanya mobil dengan mesin di bawah 1.500 cc, berpenggerak 4x2, dan memiliki tingkat local purchase minimal 70%.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading