Yield Obligasi AS Naik Lagi, Harga SBN Berbalik Melemah

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
04 March 2021 18:35
US Treasury, Bond, Obligasi (Ilustrasi Obligasi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) pada perdagangan Kamis (4/3/2021) mayoritas ditutup melemah, menyusul kembali naiknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Rabu (3/3/2021) waktu setempat.

Mayoritas SBN cenderung dilepas oleh investor, kecuali SBN berkode FR0039 dengan tenor 3 tahun dan SBN seri FR0067 berjatuh tempo 25 tahun yang masih dikoleksi oleh investor hari ini.

Dari imbal hasilnya (yield), hampir semua SBN mengalami kenaikan yield, kecuali SBN berkode FR0039 yang turun 2 basis poin (bps) ke level 4,771% dan SBN dengan seri FR0067 yang juga turun 0,1 bps ke 7,391%. Sementara itu, yield SBN dengan seri FR0087 tenor 10 tahun yang merupakan yield acuan obligasi negara berbalik naik 3,7 bps ke level 6,606%.


Yield berlawanan arah dari harga, sehingga kenaikan yield menunjukkan harga obligasi yang sedang melemah, demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.

Yield Treasury AS kembali menghantui pasar finansial global pada pekan ini, di mana yield Treasury AS tenor 10 tahun kemarin naik 8,6 bps ke 1,484%. Namun, pada hari ini sepertinya yield Treasury AS diperkirakan kembali turun.

Berdasarkan data dari situs World Government Bond, yield Treasury AS tenor 10 tahun per sore hari ini waktu Indonesia turun 2,9 bps. Ini masih berada di level tertinggi sejak Februari 2020, atau sebelum virus corona dinyatakan sebagai pandemi dan sebelum bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) membabat habis suku bunganya menjadi 0,25%.

Kenaikan yield Treasury AS membuat pelaku pasar kembali khawatir bahwa bank sentral dapat memperketat keran moneter karena ekonomi global akan pulih dari keterpurukan yang disebabkan oleh pandemi virus corona (Covid-19).

Selain membuat sentimen pelaku pasar yang memburuk, kenaikan yield tersebut juga berisiko memicu capital outflow di pasar obligasi Indonesia, sebab selisih yield dengan Surat Berharga Negara (SBN) menjadi menyempit. Adapun selisih (spread) yield Treasury AS dengan yield SBN sore hari ini sebesar 519 bps.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading