Pertamina Siapkan Rp 45 T Bangun Pabrik Baterai, Demi Tesla?

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
04 March 2021 17:05
Pertamina (Dok.Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) memperkirakan butuh investasi sekitar US$ 3,2 miliar atau sekitar Rp 45 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per US$) untuk membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Tanah Air.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini. Emma mengatakan, proyek ekosistem baterai kendaraan listrik ini masuk menjadi salah satu dari empat tambahan proyek strategis inisiatif perseroan hingga 2029 mendatang.

"Untuk proyek ekosistem EV battery (baterai kendaraan listrik) diperkirakan nilai capex mencapai US$ 3,2 miliar," ungkapnya dalam webinar 'Prospek BUMN 2021 Sebagai Lokomotif PEN dan Sovereign Wealth Fund', Kamis (04/03/2021).


Dia mengatakan, karena besarnya investasi tersebut, perseroan berencana mencari pendanaan melalui project financing, kemitraan, dan juga mengajukan dana dari Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).

"Rencana pendanaan terbuka untuk project financing, partnership, maupun SWF," ujarnya.

Adapun rencana investasi ekosistem baterai ini menurutnya dilaksanakan antara 2022-2029.

PT Pertamina (Persero) mengusulkan setidaknya 17 proyek strategis, baik Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan pemerintah dan tambahan proyek strategis inisiatif perseroan, memperoleh pendanaan dari Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau disebut juga Indonesia Investment Authority (INA).

Berdasarkan data Pertamina, 17 proyek strategis tersebut bernilai hingga sekitar US$ 48,5 miliar atau Rp 679,05 triliun.

Proyek strategis tersebut termasuk 13 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan tambahan empat proyek strategis inisiatif Pertamina.

"Dari proyek strategis nasional tersebut berpotensi sekali untuk underlying project-project yang didanai oleh SWF atau perbankan atau SMI atau private equity," papar Emma.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading