PSKT Ditinggal Pengendali, Mau Bisnis Baterai Mobil Setrum?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
11 February 2022 09:00
Ketum Kadin Arsjad Rasyid

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemegang saham pengendali emiten hotel PT Planet Hotels Tbk (PSKT), Red Planet Holdings (Indonesia) Limited, baru-baru ini melepas seluruh kepemilikan sahamnya di perusahaan.

Menurut keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/2), tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai alasan pelepasan tersebut selain untuk tujuan divestasi.

Namun, berdasarkan informasi di pasar, PSKT disebutkan berencana meninggalkan bisnis hotel atau melakukan diversifikasi usaha dan bermanuver ke bisnis yang baru.


Rumor yang beredar di pasar menyebutkan, PSKT berencana masuk ke bisnis baterai kendaraan listrik (EV).

Hingga artikel ini diturunkan, Arsjad Rasjid, yang merupakan salah satu pemegang saham PSKT, belum menanggapi permintaan konfirmasi dari CNBC Indonesia.

Sekadar informasi, Arsjad Rasjid alias Moh. A.R.P. Mangkuningrat atawa Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat menggenggam 29,77% saham PSKT per 8 Februari 2022.

Selain menggenggam saham PSKT, Arsjad Rasjid tercatat menjabat sebagai Direktur Utama emiten energi PT Indika Energy Tbk (INDY) saat ini.

Secara kebetulan, rumor pasar tersebut muncul seiring dengan pemberitaan mengenai masuknya perusahaan internasional perakit smartphone Apple, Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. (Foxconn) ke Indonesia untuk berinvestasi di sektor baterai EV pada kuartal III 2022.

Diwartakan CNBC Indonesia sebelumnya, Rabu (9/2), penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Foxconn, Gogoro Inc, PT Industri Baterai Indonesia (IBC), dan INDY sudah dilakukan sejak 21 Januari lalu.

Melalui Nota Kesepahaman ini, Foxconn bersama Gogoro, IBC, dan Indika akan menjajaki kerja sama investasi ekosistem EV yang komprehensif di Indonesia, mulai dari pembuatan baterai listrik (termasuk sel baterai, modul baterai, dan baterai), hingga ke pengembangan industri kendaraan listrik roda empat, kendaraan listrik roda dua, dan bus listrik (E-Bus).

Lingkup kerja sama juga mencakup pengembangan industri penunjang EV yang meliputi energy storage system (ESS), battery exchange/swap station, battery daur ulang, serta riset dan pengembangan (R&D) di bidang baterai elektrik dan EV.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, investasi Foxconn di Indonesia sempat tertunda lama sejak perusahaan ini menunjukkan minatnya beberapa tahun lalu. Menurut Bahlil, minat Foxconn berinvestasi di Indonesia muncul pertama kali pada kurun 2013-2014.

"Foxconn waktu itu nggak masuk (ke Indonesia) karena minta tanah dan insentif tax holiday. Kemarin perintah Pak Presiden, bagaimana datangkan Foxconn. Insya Allah mereka sudah akan masuk di kuartal III tahun ini, akan masuk di (sektor industri) mobil, motor prekursor ketot untuk baterai sel, dan bangun sparepart alat komunikasi di Batang sebesar 200 hektar. Ini akan kita kembangkan," kata Bahlil di Mandiri Investment Forum 2022, Rabu (9/2/2022).

Perkiraan nilai total investasi dalam proyek-proyek tersebut oleh seluruh mitra usaha diperkirakan akan mencapai US$ 8 miliar atau sekitar Rp 114 triliun. Keseluruhan proyek diperkirakan akan menghasilkan kapitalisasi pasar dengan nilai total lebih dari US$ 100 miliar di Indonesia pada tahun 2030.

Sebelumnya, berdasarkan pengumuman yang disampaikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Rabu (9/2) Red Planet Holdings melepas seluruh kepemilikan sahamnya dari sebelumnya sebanyak 986,94 juta saham atau setara 9,53% menjadi nol kepemilikan.

Dus, itu berarti PT Crio Indonesia yang tersisa menjadi pengendali PSKT dengan porsi kepemilikan 9,60%.

Asal tahu saja, Red Planet Holdings (Indonesia) Limited, entitas induk PSKT yang berkedudukan di Hongkong, merupakan entitas anak dari Red Planet Hotels Limited, perusahaan yang didirikan di Cayman Islands.

Menurut catatan di laporan keuangan PSKT per 31 September 2021, PT Crio dan RPHL merupakan sepengendali.

Sementara, bersamaan dengan pelepasan saham PSKTĀ oleh Red Planet Holdings, kepemilikan PT Basis Utama Indonesia (Basis Investments) bertambah dari 31,23% menjadi 40,77% per 8 Februari 2022.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kacau! Harga Nikel Turun 5 Hari Beruntun, Masa Depan Suram?


(adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading