Siapkan Kocek Anda, Ada BUMN Raksasa Mau IPO Senilai Rp 7 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
04 March 2021 15:51
geo dipa, geothermal, panas bumi, patuha

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) holding pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) atau geothermal pelat merah akan dilaksanakan tahun ini.

Meski demikian masih belum ditentukan kapan tanggal pasti aksi korporasi ini dieksekusi.

Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengatakan IPO akan dilaksanakan oleh perusahaan hasil penggabungan tiga PLTP pelat merah tersebut.


"Direncanakan tahun 2021. Timing masih dilihat. Yang di-IPO ada perusahaan hasil penggabungannya," kata Pahala kepada CNBC Indonesia, Kamis (4/3/2021).

Seperti diberitakan sebelumnya, menurut laporan Bloomberg aksi korporasi ini akan menghasilkan dana setidaknya mencapai US$ 500 juta atau setara dengan Rp 7 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

Rencana IPO ini sejalan dengan pembentukan holding geothermal dari tiga perusahaan pembangkit milik BUMN yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT PLN Gas & Geothermal dan PT Geo Dipa Energi (Persero).

Penggabungan ketiga perusahaan ini diperkirakan akan memiliki total kapasitas listrik menjadi 1.022,5 megawatt (MW). Sedangkan berdasarkan data Kementerian ESDM secara nasional, kapasitas terpasang dari PLTP mencapai 2.130,7 MW atau hanya mencapai 8,9% dari sumber daya yang tersedia.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading