'Banjir' Sentimen Negatif, Harga CPO Ambles Lagi

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
03 March 2021 11:58
ilustrasi kelapa sawit

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Malaysia drop pada perdagangan hari ini, Selasa (3/3/2021). Pelaku pasar mulai mengantisipasi kenaikan stok minyak sawit di Negeri Jiran akibat ekspor yang lemah di bulan Februari.

Harga kontrak CPO pengiriman Mei yang aktif ditransaksikan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange terkoreksi 0,66% dibanding posisi penutupan kemarin. Pada 10.40 WIB, harga kontrak CPO tersebut turun RM 24 ke RM 3.618/ton.


Melansir Reuters, riset CGS-CIMB menyebutkan stok minyak sawit Malaysia akhir bulan Februari lalu diperkirakan naik 7,6% (mom) dibanding akhir Januari ke level 1,43 juta ton. 

Data ekspor Malaysia yang mengecewakan juga menjadi salah satu pemicu tertekannya harga CPO. Ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk Februari turun 4,6% menjadi 1.052.779 ton dari Januari. Menurut surveyor kargo Societe Generale de Surveillance Amerika Serikat & China mulai mengurangi pembelian.

Impor minyak sawit Benua Biru pun juga ikut turun. Melansir Reuters, impor minyak sawit Uni Eropa pada musim 2020/21 adalah 3,69 juta ton. Lebih rendah dibandingkan dengan 3,78 juta tahun lalu.

Perusahan surveyor Intertek Testing Services melaporkan ekspor minyak sawit Negeri Jiran bulan Februari drop 5,5%(mom) menjadi 1 juta ton dari bulan Januari sebesar 1,06 juta ton.

Kemudian perusahaan surveyor lainnya yaitu AmSpec Agri melaporkan ekspor Malaysia drop 8,15% (mom) menjadi 1 juta ton. Padahal ekspor bulan Januari sempat mencapai 1,09 juta ton.

Menambah tekanan pada harga CPO adalah penurunan harga minyak nabati lain dan minyak mentah. Harga kontrak minyak kedelai dan minyak sawit di Bursa Komoditas Dalian drop masing-masing 0,5% dan 1,7%.

Harga minyak mentah juga turut melandai. Sebelumnya kontrak Brent sempat tembus US$ 65/barel. Kini kontrak tersebut ditransaksikan di US$ 63/barel. Ada kemungkinan para produsen minyak yang tergabung dalam aliansi OPEC+ bakal meningkatkan produksi sebesar 1,5 juta barel per hari (bph) mulai April nanti.

Kombinasi kenaikan harga yang fantastis, ekspor yang melemah, kenaikan stok dan penurunan harga minyak substitusi membuat CPO tertekan empat hari terakhir.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading