Asing Ramai-ramai Borong, 3 Saham Bank Syariah 'Ngamuk' Lagi

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
02 March 2021 12:39
IPO PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk (BANK), 1 Februari 2021

Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga saham bank syariah menguat di zona hijau pada perdagangan siang ini. Aksi beli bersih (net foreign buy) oleh investor asing tampaknya menjadi sentimen pendorong naiknya ketiga saham tersebut di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sesi I ditutup naik 0,10% di posisi Rp 6.344,76.

Berikut harga saham bank syariah pada hari ini, Selasa (2/3/2021), pada penutupan sesi I, pukul 11:30 WIB:


  1. Bank Net Indonesia Syariah (BANK), +7,37%, ke Rp 2.040, net buy Rp 22,17 M

  2. Bank panin Dubai Syariah (PNBS), +5,61%, ke Rp 113, net buy Rp 254,80 Juta

  3. Bank BTPN Syariah (BTPS), +0,25%, ke Rp 3.940, net buy Rp 3,14 M

  4. Bank Syariah Indonesia (BRIS) , -0,68%, ke Rp 2.900, net sell Rp 2,56 M

 

Penguatan ketiga saham di atas dibarengi dengan adanya beli bersih oleh asing pada perdagangan siang ini.

Menurut data BEI, saham BANK mencatatkan kenaikan tertinggi di antara lainnya, dengan melesat 7,37% ke Rp 2.040/saham. Asing ramai-ramai mengoleksi saham ini sebesar Rp 22,17 miliar.  Dalam seminggu, saham BANK melesat 38,78%, sedangkan selama sebulan saham BANK sudah meroket 1.367,63%.

Saham BANK berhasil rebound setelah meluruh dan menembus batas auto rejection bawah (ARB) selama 2 hari perdagangan berturut-turut, yakni 6,85% ke Rp 2.040/saham pada Jumat (26/2) dan 6,86% ke Rp 1.900/saham pada Senin (1/3).

Sementara itu, PNBS melejit 5,61% ke Rp 113/saham dengan catatan net buy asing Rp 254,80 juta. Saham PNBS sudah melejit 34,52% selama seminggu, sementara selama sebulan sudah melesar 61,43%.

Adapun saham BTPS menguat 0,25% ke Rp 3.940/saham dengan aksi beli asing sebesar Rp 3,14 miliar. Dalam seminggu BTPS mencatatkan penurunan harga saham 1,01%. Tetapi, selama sebulan saham BTPS menguat 10,99%.

Berbeda dengan ketiga saham di atas, saham emiten bank pelat merah BRIS malah terperosok ke zona merah. Saham BRIS melemah 0,68 % ke Rp 2.900/saham setelah asing ramai-ramai melego saham ini sebesar Rp 2,56 miliar.

Berdasarkan data prospektus IPO dari Bank Net Syariah, prospek perbankan syariah berdasarkan data historis sebetulnya memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat bertumbuh di Indonesia.

Hal ini didukung oleh beberapa faktor penting seperti, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, tingkat masyarakat Indonesia yang unbankable masih tinggi dan market share perbankan syariah terhadap industri perbankan yang masih rendah, hanya sekitar 6,00% per 31 Desember 2019.

Apalagi saat ini hanya terdapat 14 Bank Umum syariah yang beroperasi di Indonesia yang menyebabkan ruang gerak perbankan syariah masih sangat besar.

Kemudian, sentimen berikutnya yakni prospek digital banking teknologi digital sedang dan akan mentransformasi ekosistem perbankan di Indonesia.

Menurut McKinsey research tahun 2019, industri perbankan di Indonesia menunjukkan tren perpindahan pengguna pelanggan konvensional menuju perbankan digital yang cukup masif dibandingkan survey yang dilakukan tahun 2014.

"Saat ini, penetrasi digital sudah mencapai 1,6 kali jika dibandingkan tahun 2014 dan telah mencapai posisi 58% sejalan dengan transformasi yang terjadi di negara-negara emerging market Asia," tulis manajemen BANK mengutip McKinsey.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading