Yuk! Intip Kinerja Saham Syariah Sepanjang Tahun Ini

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
04 April 2022 04:45
Suasana pelayanan kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Senin (1/2). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) resmi beroperasi. Direktur Utama BRIS Hery Gunardi menjelaskan bahwa integrasi ketiga bank BRIsyariah, BNI Syariah dan BSM telah dilaksanakan sejak Maret 2020 atau memakan waktu selama 11 bulan.

Jakarta, CNBC Indonesia - Bulan Ramadhan tahun 1443 H atau tahun 2022 telah tiba. Sayangnya, kinerja saham perusahaan keuangan syariah di Indonesia dari awal tahun 2022 hingga Jumat pekan lalu mencatatkan koreksi.

Berikut kinerja saham keuangan syariah, termasuk bank syariah sepanjang tahun 2022.

Saham Syariah

Dari data di atas, saham PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Tbk (JMAS) dan saham bank syariah PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) menjadi saham keuangan syariah yang koreksinya cukup besar sepanjang tahun ini, yakni lebih dari 25%.


Saham JMAS pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu ditutup ambles 1,56% ke level harga Rp 126/unit. Sepanjang tahun ini, saham JMAS ambrol hingga 27,59%.

Dari data perdagangan, nilai transaksi saham JMAS pada akhir pekan lalu mencapai Rp 16,37 juta dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 130,4 ribu lembar saham.

Sedangkan dari saham bank syariah yakni saham PNBS, pada perdagangan akhir pekan lalu juga ditutup ambrol 1,56% ke level Rp 63/unit. Sepanjang tahun ini, saham PNBS ambruk hingga 25,88%.

Dari data perdagangan, nilai transaksi saham PNBS pada akhir pekan lalu mencapai Rp 1,24 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 19,41 juta lembar saham. Investor asing pada akhir pekan lalu membeli saham PNBS sebanyak Rp 13,78 juta di pasar reguler.

Berikutnya ada saham bank syariah big cap yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), di mana pada Jumat lalu ditutup stagnan di level harga Rp 1.605/unit. Tetapi sepanjang tahun ini, harga sahamnya ambles 9,83%.

Nilai transaksi saham BRIS pada akhir pekan lalu mencapai Rp 9,99 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 6,21 juta lembar saham. Investor asing pada akhir pekan lalu memburu saham BRIS sebanyak Rp 643,4 juta di pasar reguler.

Sedangkan di posisi keempat terdapat saham PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), yang ditutup terkoreksi 2,3% ke level Rp 2.120/unit pada Jumat lalu. Dari awal tahun ini hingga Jumat lalu, harganya sudah merosot 7,42%.

Nilai transaksi saham BANK pada akhir pekan lalu mencapai Rp 33,82 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 15,65 juta lembar saham. Investor asing melepas saham BANK sebanyak Rp 3,99 miliar di pasar reguler.

Adapun diposisi paling minor diduduki oleh saham PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS). Saham BTPS sendiri pada akhir pekan lalu ditutup menguat 2,73% ke level Rp 3.390/unit. Namun sepanjang tahun ini, harganya tercatat koreksi 5,31%.

BTPS cukup terjaga dibandingkan dengan beberapa peers-nya. BTPS memiliki ciri khasnya alias identitas sendiri sebagai bank syariah. Sebagai informasi, hingga akhir tahun 2021, BTPS telah melayani kurang lebih 6 juta nasabah dan 4 juta di antaranya merupakan nasabah yang aktif dengan cakupan luas meliputi 241 ribu komunitas yang tersebar di lebih dari 2.600 kecamatan di Indonesia.

Sementara, nilai transaksi saham BTPS pada akhir pekan lalu mencapai Rp 8,48 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 2,5 juta lembar saham. Seperti saham BRIS, asing juga memburunya sebanyak Rp 635,13 miliar di pasar reguler.

Kinerja Keuangan Saham Keuangan Syariah
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading