Jumlah Konglomerat RI Bakal Geser Taipan China, kok Bisa?

Market - Savira Wardoyo, CNBC Indonesia
28 February 2021 13:45
Robert Budi Hartono. (Dok:Forbes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan properti yang berbasis di London, Knight Frank Wealth, melaporkan data terbaru dalam dokumen bertajuk Knight Frank Wealth Report 2021 yang berisi proyeksi para konglomerat alias crazy rich Indonesia.

Data tersebut mengungkapkan jumlah crazy rich RI berpotensi melampaui China dalam waktu 5 tahun ke depan sejalan dengan peluncuran vaksin Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Laporan Knight Frank Wealth Report 2021 menunjukkan ekonomi Indonesia diperkirakan bakal mengalami kenaikan tahunan sebesar 67% dalam 5 tahun ke depan sampai 2025 dengan nilai standar tinggi kekayaan sebesar US$ 30 juta atau sekitar Rp 420 miliar (kurs Rp 14.000/US$) termasuk nilai aset rumah.


"Ditambah dengan basis konsumsi domestik yang besar dan unicorn teknologi yang sedang berkembang, seperti Gojek, ada banyak peluang untuk menciptakan kekayaan dalam negeri," kata Victoria Garrett, kepala perumahan Asia-Pasifik di Knight Frank seperti dikutip dari Asia Nikkei.

Garrett mengatakan lonjakan pertumbuhan ekonomi sebesar total 67% di Indonesia ini jadi yang paling tajam di seluruh dunia. Dia menilai Indonesia selalu menjadi raksasa ekonomi yang tertidur di Asia dengan populasi muda yang besar dan kelas menengah yang berkembang pesat.

Setelah Indonesia, India berada di urutan kedua dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 63 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan China daratan yang diperkirakan hanya akan tumbuh sekitar 46%. Meski demikian, dari jumlah individu crazy rich taipan pada 2025 diperkirakan menjadi 103.000.

Asia-Pasifik mampu beradaptasi dengan baik dengan tren dan peluang baru sehingga memperkuat pijakan sebagai pusat kekayaan. "Sekarang dengan vaksin yang disebarkan di seluruh dunia, individu dengan kekayaan sangat tinggi di Asia-Pasifik jauh lebih optimis dalam pemulihan," kata Garrett.

Sebelumnya, duo lembaga keuangan global yang bermarkas di Washington DC (Amerika Serikat) yaitu Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini.

Dalam laporannya yang bertajuk Global Economic Prospects edisi Januari 2021, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun ini sebesar 4,4% atau 0,4 poin persentase lebih rendah dari perkiraan Juni lalu.

Sementara itu IMF juga merevisi turun prospek pertumbuhan output ekonomi Indonesia di tahun ini sebesar 1,3 poin persentase lebih rendah dari proyeksi Oktober 2020. Dalam laporan IMF pertumbuhan PDB RI diramal naik 4,8% tahun ini.

Sebelumnya Forbes merilis daftar nama crazy rich Indonesia tahun ini. Ada beberapa perubahan ranking maupun nilai aset kekayaan yang dimiliki oleh para sultan Tanah Air.

Di posisi pertama masih diduduki oleh duo Hartono bersaudara dari Grup Djarum yang mengusai 54,94% saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Total kekayaan dua bersaudara asal Kudus ini mencapai US$ 38,8 miliar atau setara dengan Rp 546,3 triliun.

Di posisi kedua juga masih tetap diduduki oleh keluarga pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja. Kekayaan keluarga Sinar Mas Group disebut Forbes bertambah US$ 2,3 miliar atau Rp 32,4 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading