Terbang Lagi, Harga CPO Reli Terus Minggu Ini

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
25 February 2021 12:48
Ilustrasi kelapa sawit. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga minyak mentah masih menopang harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Malaysia. Harga kontrak CPO pengiriman Mei di Bursa Malaysia Derivatif melesat hampir 2% hari ini, Kamis (25/2/2021).

Hingga sesi pertama perdagangan siang ini, harga kontrak yang aktif diperjualbelikan di bursa berjangka tersebut naik 1,86% ke RM 3.719/ton. Apabila bertahan sampai akhir perdagangan, ini menjadi harga tertinggi di bulan Februari.

Harga minyak mentah terus naik. Kontrak Brent sudah tembus US$ 67/barel setelah pemerintah AS merilis data produksi emas hitam yang turun 10% akibat cuaca dingin ekstrem yang melanda Texas serta kurangnya pasokan listrik. 


Kenaikan harga minyak mentah juga turut mengerek harga minyak nabati lain. Harga kontrak minyak kedelai dan sawit yang diperjualbelikan di Bursa Komoditas Dalian naik 2,3%.

CPO dan minyak sayur lainnya merupakan salah satu bahan baku pembuatan bahan bakar alternatif minyak yaitu biodiesel. Peningkatan harga minyak akan membuat penggunaan biodiesel menjadi lebih kompetitif seiring dengan pergeseran tren kebijakan bauran energi yang lebih ramah lingkungan.

Perusahaan surveyor kargo akan merilis data ekspor Negeri Jiran siang ini untuk periode 1-25 Februari. Pelaku pasar mengharapkan adanya kenaikan ekspor 4-7% di tengah peningkatan produksi.

Pada periode 1-20 Februari ekspor minyak sawit Malaysia diperkirakan naik antara 10-28% dibanding periode yang sama bulan sebelumnya. Harga CPO tahun ini diramal akan tetap tinggi meski ada potensi kenaikan produksi di Indonesia dan Malaysia.

Penguatan permintaan ekspor dan pertumbuhan konsumsi domestik merupakan faktor utama penunjangnya.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meramal produksi CPO di tahun 2021 naik 3,5% (yoy) menjadi 49 juta ton dari realisasi tahun lalu yang hanya sebanyak 47,4 juta ton.

Untuk segmen konsumsi domestik, permintaan minyak sawit diperkirakan bakal tumbuh 2% (yoy) menjadi 8,4 juta ton. Khusus untuk produk makanan saja. Sementara untuk produk oleokimia GAPKI meramal akan ada kenaikan 14% (yoy) dari 1,57 juta ton menjadi 1,8 juta ton tahun ini.

Di tahun ini pemerintah Indonesia menargetkan penyaluran biodiesel B30 menjadi 9,2 juta kiloliter. Dengan skenario pemerintah melanjutkan program B30 GAPKI mengharapkan adanya kenaikan permintaan sebesar 12% (yoy) menjadi 8 juta ton.

Apabila menggunakan skenario tersebut maka stok akhir tahun di Indonesia akan mencapai 7 juta ton.

Sementara itu di negeri tetangga, Dewan Minyak Sawit Malaysia mematok CPO di tahun ini naik menjadi 19,6 juta ton dari 19,1 juta ton tahun lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading