Produksi Bakal Kurang, Harga CPO Melesat Lagi ke RM 3.436/ton

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
14 December 2020 11:23
Ilustrasi kelapa sawit. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) Malaysia tetap kokoh di level RM 3.400 per ton. Mengawali perdagangan pekan ini harga CPO mengalami apresiasi.

Senin (14/12/2020) harga kontrak futures CPO untuk pengiriman Februari 2021 di Bursa Malaysia Derivatif Exchange naik 0,76% dari posisi penutupan pekan lalu. Pada 10.40 WIB, harga CPO tembus level RM 3.436/ton.


Secara umum, tren harga CPO memang mengarah pada penguatan, yang dipicu oleh ekspektasi kenaikan permintaan ekspor di tengah ancaman penurunan panen akibat fenomena perubahan iklim La Nina yang melanda di kawasan tropis pasifik.

Minggu lalu,  Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) mengatakan produksi pada November turun 13,51% dari Oktober menjadi 1,49 juta ton. Volume produksi tersebut merupakan yang terendah sejak Maret. 

Pasar memperkirakan produksi pada Desember akan tetap tertekan karena cuaca hujan yang disebabkan oleh La Nina. Fenomena iklim La Nina diperkirakan akan berlanjut hingga kuartal pertama tahun depan.

La Nina memicu curah hujan tinggi hingga 40% di atas curah hujan normal. Berkaca pada kejadian sebelumnya, La Nina selalu dibarengi dengan bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor yang membuat aktivitas panen menjadi terganggu dan menekan stok.

Stok minyak sawit di Malaysia dilaporkan tertekan, meski ekspor mengalami pelemahan. Penurunan stok tersebut dipicu oleh turunnya produksi di tengah merebaknya pandemi Covid-19 yang mengganggu proses produksi dan cuaca yang tak mendukung.

Stok minyak sawit Malaysia per November menyentuh level terendah dalam lebih dari 3 tahun ke 1,56 juta ton. Data surveyor kargo menunjukkan bahwa ekspor minyak nabati mereka pada 1-10 Desember drop 6% sampai 11% dengan ekspor ke China turun setengahnya dari bulan lalu.

Semakin maraknya program vaksinasi membuat prospek ekonomi menjadi cerah. Harga-harga komoditas tak terkecuali minyak pun terdongkrak. Untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan terakhir harga kontrak Brent menyentuh level US$ 50 per barel.

Harga minyak yang naik positif untuk harga CPO. Pasalnya CPO merupakan salah satu bahan baku pembuatan biodisel sebagai bahan bakar alternatif minyak. Anjloknya harga minyak membuat penggunaan biodisel dari minyak nabati terutama sawit menjadi kurang ekonomis.

Kabar terbaru, FDA Amerika Serikat (AS) telah merestui penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech. Dalam rilis media lembaga pengawas makanan dan obat AS tersebut mengatakan berdasarkan sejumlah data yang ada vaksin Pfizer-BioNTech kemungkinan efektif dalam memberikan proteksi terhadap Covid-19.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading