4 Saham Dipantau Ketat BEI, Ada yang Naik 200% Lebih Gaes!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
24 February 2021 10:10
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan empat saham dalam pengawasan khusus karena pergerakan harga saham di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA) atas empat emiten pada periode perhitungan 22-23 Februari 2021.

Keempat saham tersebut menunjukkan kenaikan harga saham yang luar biasa secara year to date (YTD) atau sejak awal tahun 2021.

Mengacu pada pengumuman BEI, disebutkan empat saham itu yakni PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) dan PT Bank Jago Tbk (ARTO), yang mengalami UMA pada 22 Februari 2021.


Lainnya, saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dan Saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk. (YELO) bersama waran Seri I mengalami pergerakan saham yang tidak biasa pada 23 Februari 2021.

Menurut BEI, saham MARI mencatatkan peningkatan harga saham yang tidak biasa. Pada Senin (22/2), saham Mari ditutup melesat 10,47% ke posisi Rp 190/unit. Bahkan, pada Kamis (18/2), saham emiten yang bergerak di bisnis radio dan media digital ini ditutup meroket 34,43% ke posisi Rp 164/unit.

Secara year to date(YTD), saham MARI membukukan kenaikan sebesar 17,86%.

Selanjutnya, saham ARTO, yang menjadi perbincangan hangat para pelaku pasar akhir-akhir ini. BEI mencatat, ARTO mengalami peningkatan harga di luar kebiasaan pada Senin (22/2), yang ditutup meroket 16,27% ke Rp 10.900.

Saham bank mini ini sudah bergerak liar selama delapan hari beruntun dan menjadi top gainers pada Senin (22/2), sebelum akhirnya dibanting 6,88% ke Rp 10.150/unit pada Selasa (22/2).

Selama sepekan terakhir, saham ARTO telah melesat hingga 44,27 %. Bahkan, secara year to date, saham ARTO sudah melesat tinggi, yakni 185,50%.

Pada pembukaan pasar pagi ini, Rabu (24/2/2021), ARTO langsung anjlok menyentuh ambang auto rejection bawah (ARB), dengan anjlok 6,90% ke Rp 9.450/unit.

Saham ketiga, BBYB, yang dianggap BEI mengalami peningkatan harga di luar kebiasaan. Kemarin (23/2) BBYB ditutup naik menyentuh auto rejection atas (ARA) sebesar 24,76% ke Rp 655/unit. Dalam seminggu, saham bank yang berdiri pada 1977 ini melonjak 119,95%. Secara YTD, saham BBYB sudah terbang setinggi 200,37%.

Kemudian, saham YELO yang juga mengalami kenaikan harga yang tidak wajar. Setelah tidak bergerak selama 11 hari, saham YELO mencatatkan reli penguatan sejak Senin (22/2). Saham emiten jasa penyewaan alat teknologi komunikasi ini tercatat menembus ARA secara berturut-turut selama tiga hari terakhir.

Tercatat kenaikan tersebut sebesar 34,00% ke Rp 64/unit pada Senin (22/2), 34,33% ke Rp 90/unit pada Selasa (23/2), dan 34,44% ke Rp 121/unit, pada sesi I( Kamis (24/2), pukul 09.29 WIB. Secara YTD, saham YELO sudah melesat 63,51%.

Menurut BEI, pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Namun sehubungan dengan terjadinya UMA, maka Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan transaksi saham-saham tersebut.

"Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, dan mengkaji kembali rencana corporate action apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi," tulis BEI melalui website.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading