Saham Liar & Kena Suspen, BNBA Gelar Public Expose Siang Ini

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
23 February 2021 11:39
Bank Bumi Arta (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) berencana menyelenggarakan paparan publik insidentil atau public expose (PE) insidentil pada Selasa (23/2/2021) siang nanti. PE insidentil tersebut berdasarkan permintaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingat saham perusahaan bergerak liar.

"Bersama ini kami memberitahukan bahwa PT Bank Bumi Artha Tbk akan menyelenggarakan public expose insidentil pada Selasa, 23 Februari 2021," tulis Corporate Secretary BNBA, Lyvinia Sari, dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (22/2/2021).

Paparan publik tersebut akan diselenggarakan secara virtual pada pukul 14.00 sampai dengan 14.30 WIB yang akan dihadiri setidaknya satu direktur perseroan. Hingga saat ini saham BNBA masih disuspensi oleh BEI sejak perdagangan Senin kemarin.


Lyvinia Sari mengatakan pelaksanaan paparan publik tersebut untuk memenuhi surat keputusan direksi Bursa Efek Indonesia No. Kep-00015/BEI/01-2021 pada 29 Januari 2021 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang kewajiban penyampaian informasi, surat edaran BEI mengenai pelaksanaan paparan public secara elektronik.

Seperti diketahui, sebelumnya saham BNBA masuk radar pengawasan bursa setelah bergerak naik di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA) pada 17 Februari 2021, di mana harga saham bank BUKU II ini juga naik 24,60% atau naik 230 poin ke level Rp 1.165 per saham. Dalam sebulan terakhir, harga saham BNBA sudah naik 148,93%.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham BNBA tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulis pengumuman BEI, Rabu (17/2/2021).

Kemudian, pada 18 Februari, otoritas bursa mulai menghentikan perdagangan saham BNBA dengan tujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasinya.

Saham BNBA kemudian dibuka kembali pada perdagangan 19 Februari di pasar reguler dan pasar tunai. Namun, BEI memutuskan kembali menghentikan perdagangan saham BNBA pada perdagangan hari ini, Senin (22/2/2021) karena terjadiya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Tampaknya, investor masih berspekulasi mengenai kabar yang beredar di kalangan pelaku pasar terkait Sea Group, induk perusahaan e-commerce Shopee yang berbasis di Singapura, diisukan tertarik mencaplok Bank Bumi Artha dan Bank Capital untuk ekspansi ke bisnis bank digital.

Meskipun faktanya, Sea Group justru mencaplok PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE) dan resmi mengganti nama bank tersebut menjadi PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading