Penjualan Ambles, Laba SMCB Kok Naik 30%? Ini Pernyebabnya

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 February 2021 11:37
Dok Semen Indonesia.com

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan semen yang merupakan anak usaha BUMN, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mengantongi laba bersih senilai Rp 650,98 miliar di akhir 2020 lalu.

Laba perseroan tersebut naik 30,44% dibandingkan 2019 senilai Rp 499,05 miliar. Rupanya kenaikan lama tersebut karena perseroan berhasil menekan beban pokok penjualan dan beban keuangan.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, nilai laba bersih per saham juga mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp 85 dari sebelumnya senilai Rp 65.


Sepanjang 2020, pendapatan perusahaan pertumbuhannya terkontraksi 8,58% YoY, menjadi sebesar Rp 10,10 triliun dari sebelumnya sepanjang 2019 tercatat jumlahnya mencapai Rp 11,05 triliun.

Di tahun lalu terjadi penurunan beban pokok pendapatan menjadi senilai Rp 7,12 triliun dibanding dengan periode 2019 yang sebesar Rp 8,17 triliun.

Beban keuangan juga turun menjadi Rp 673,92 miliar dari sebelumnya mencapai Rp 842,36 miliar.

Dari segi aset, total aset mencapai Rp 20.73 triliun, naik tipis dari periode 2019 yang senilai Rp 19,56 triliun. Aset lancar tercatat naik menjadi Rp 4,21 triliun, sedikit mengalami peningkatan dari posisi Rp 3,20 triliun di akhir 2019 dan aset tak lancar mencapai Rp 16,52 triliun hampir tak mengalami perubahan dari Rpr 16,36 triliun di akhir tahun sebelumnya.

Terjadi kenaikan pada pos liabilitas, terutama pada sisi utang jangka pendek yang naik menjadi Rp 4,14 triliun dari Rp 2,96 triliun karena adanya pinjaman jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun.

Sedangkan liabilitas jangka panjang terbilang stagnan senilai Rp 9,03 triliun dibanding dengan Rp 9,62 triliun.

Sehingga total liabilitas juga tak naik banyak menjadi Rp 13,17 triliun dari sebelumnya Rp 12,58 triliun.

Ekuitas perusahaan tercatat naik tipis menjadi senilai Rp 7,56 triliun di akhir Desember 2020 lalu dibanding dengan nilai di periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 6,98 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading