Pandemi 2020, BTPN Syariah Catat Laba Rp 855 M

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
10 February 2021 12:52
Pengusaha pengasinan ikan sekaligus ketua sentra BTPN Syariah Desa Bandengan, Kab. Cirebon di tempat pengeringan ikan asin miliknya. (BTPN)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) melaporkan kinerja keuangan sepanjang 2020 di tahun pandemi. Hasilnya, laba bersih setelah pajak (NPAT) perusahaan mencapai Rp 855 miliar, turun dari tahun 2019 yang kala itu mencapai Rp 1,34 triliun.

Berdasarkan siaran persnya, sampai akhir tahun 2020, Bank BTPN Syariah mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 9,5 triliun tumbuh 6% dibanding periode sebelumnya Rp 9 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan yang sehat ini juga disertai dengan kualitas pembiayaan yang baik, BTPN Syariah berhasil menjaga NPF (Non Performing Financing) di posisi 1,9%.


Adapun total aset tumbuh 7% (YoY) menjadi Rp 16,4 triliun dari tahun 2019 aset Rp 15,4 triliun. Dana pihak ketiga tumbuh 4% (YoY) menjadi Rp 9,8 triliun dari sebelumnya Rp 9,4 triliun.

"Banyak pelajaran yang bisa dipetik dalam masa pandemi ini. Pelan tapi pasti, kami menyaksikan nasabah kami terus bergerak menjadi adaptif, kreatif, positif dan pantang menyerah dalam menghidupkan kembali maupun menjalankan usahanya," kata Hadi Wibowo, Direktur Utama BTPN Syariah, dalam keterangan resmi, Rabu (10/2/2021).

"Meski, kami menyadari bahwa BTPN Syariah bukanlah satu-satunya yang menjadi faktor penentu pencapaian tersebut. Peran semua stakeholder juga menjadi penentu yang signifikan, seperti karyawan gigih dalam menjalankan amanah, nasabah pendanaan yang mempercayakan dana mereka, para pemegang saham, serta dukungan dari regulator serta pemerintah yang terus berupaya terbaik melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," tegasnya.

Adapun sampai akhir Desember 2020, bank ini masih memiliki rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang kuat di posisi 49,4%, jauh di atas rata-rata industri.

Bank BTPN Syariah dibentuk melalui proses konversi PT Bank Sahabat Purba Danarta dan spin off Unit Usaha Syariah BTPN pada 14 Juli 2014. BTPN Syariah menjadi Bank Umum Syariah ke 12 di Indonesia.

Saat ini memiliki 25 cabang di seluruh Indonesia, 41 Kantor Fungsional Operasional, dan bank memiliki hampir 12.000 karyawan.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading