Analisis Teknikal

IHSG Dibayangi 3 Gagak Hitam, Awas Pertanda "Malapetaka"

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
26 January 2021 08:31
Bursa Efek Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah 0,77% ke 6.258,572 pada perdagangan Senin kemarin, setelah sebelumnya sempat merosot hingga 2,52%.

Data perdagangan mencatat investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) Rp 169,8 miliar, dengan nilai transaksi mencapai Rp 16,85 triliun.

Aksi net buy asing menunjukkan sentimen pelaku pasar sedang bagus, apalagi melihat mayoritas bursa saham Asia yang menguat. Hal tersebut menjadi indikasi aksi ambil untung (profit taking) yang melanda IHSG, hingga melemah 3 hari beruntun.


Sementara itu bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor pada perdagangan Senin waktu setempat, meski tidak kompak. Indeks S&P 500 dan Nasdaq membukukan rekor tertinggi sepanjang masa, sementara indeks Dow Jones malah melemah.

Penguatan Wall Street tersebut, meski tidak kompak bisa menjadi sentimen positif bagi IHSG pada hari ini, Selasa (26/1/2021), meski risiko berlanjutnya penurunan masih cukup besar.

Secara teknikal, IHSG yang melemah 3 hari beruntun membentuk pola 3 gagak hitam (three black crow). Pola tersebut merupakan sinyal pembalikan arah, dari sebelumnya dalam tren menanjak berubah menjadi turun.

Pola three black crow terdiri dari 3 candle stick yang menurun, dengan posisi penutupan candle terakhir selalu lebih rendah dari candle sebelumnya.

Selain itu, IHSG bergerak di atas rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA 50), 100 hari (MA 100), dan 200 hari (MA 200), yang menjadi modal untuk kembali menguat dalam jangka panjang.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Indikator stochastic pada grafik harian kini sudah mulai keluar dari wilayah jenuh jenuh beli (overbought).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Sementara itu pada grafik 1 jam, stochastic justru bergerak naik dari wilayah jenuh jual.

Seperti disebutkan sebelumnya, 6.200 menjadi support terdekat, jika ditembus dan tertahan di bawahnya, IHSG berisiko turun ke 6.250. Support sekanjutnya berada di kisaran 6.120 hingga 6.100, 

Sementara jika kembali ke atas 6.300, IHSG berpeluang bangkit menuju 6.335.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading