Demi Bayar Utang, Ancol Terbitkan Utang Lagi Rp 731 M

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
25 January 2021 18:30
Suasana Seaworld Ancol disemprotkan disinfektan untuk pencegahan COVID-19, Rencananya tempat wisata ini akan dibuka kembali pada Sabtu 20 Juni 2020, mendatang, 15/6/20. CNBC Indonesia/Tri Susilo

Kawasan DKI Jakarta telah memasuki masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pemprov DKI Jakarta mulai mengizinkan beberapa sektor pariwisata untuk kembali dibuka.

Sejalan dengan hal tersebut, Taman Impian Jaya Ancol kini tengah bersiap untuk beroperasi kembali dalam tatanan normal baru.  

Dengan dibukanya kawasan wisata tersebut, para wisatawan tentu bisa mengunjungi berbagai destinasi di dalamnya, satu di antaranya adalah Seaworld Ancol.

 
Seawrold Ancol bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menghabiskan momen liburan akhir pekan bersama keluarga.  

Tentunya para pengunjung harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Saat beroperasi kembali, Seaworld Ancol akan buka mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten BUMD DKI Jakarta, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) berencana menghimpun dana melalui penerbitan obligasi sebesar Rp 731 miliar.

Dalam prospektus yang disampaikan manajemen Jaya Ancol, perseroan akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II ini terbagi menjadi tiga seri.

Pertama, Obligasi Seri A dengan pokok yang ditawarkan Rp 516 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,25%. Jangka waktu Obligasi Seri A ini yaitu 370 hari kalender sejak tanggal emisi.


Selanjutnya, Obligasi Seri B dengan pokok obligasi ditawarkan sebesar Rp 149,60 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,90% dan bertenor 3 tahun. Seri C, pokok obligasi sebesar Rp 65,4 miliar dengan tingkat bunga tetap 9,60% dengan tenor selama 5 tahun.

Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 1 triliun.

Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2019 sebesar Rp 269 miliar.

"Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 bulan sejak tanggal emisi sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi," tulis manajemen PJAA, Senin (25/1/2021).

Rencananya, Jaya Ancol akan menggunakan 55% penggunaan dana hasil penerbitan obligasi ini untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2021.

Nilainya sebesar Rp 400 miliar yang terdiri dari Obligasi Berkelanjutan I Jaya Ancol Tahap I Tahun 2016 Seri B dengan nilai pokok Rp 50 miliar dan bunga 8,2% yang jatuh tempo 29 September 2021.

Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan I Jaya Ancol Tahap II Tahun 2018 Seri B dengan nilai nominal Rp 350 miliar dengan bunga 7,6% dan akan jatuh tempo pada 18 Mei 2021.

Sedangkan, sekitar 29% atau sebesar Rp 120 miliar akan dipakai untuk melunasi sebagian utang di PT Bank DKI. "Sisanya sekitar 16% untuk penyertaan modal di anak usaha, yakni PT Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) untuk pengembangan kawasan rekreasi dan fasilitasnya.

Obligasi ini sudah mendapat peringkat idA atau Single A dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sedangkan, PT Bank Permata Tbk (BNLI), bertindak sebagai wali amanat.

Masa penawaran umum akan berlangsung pada 4-5 Februari 2021, perkiraan tanggal penjatahan pada 8 Februari.

Adapun, tanggal pengembalian uang pemesanan dan distribusi secara elektronik pada 10 Februari. Sedangkan, pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 11 Februari 2021 mendatang.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading