Optimisme Pasar Masih Setengah Hati, Bursa Eropa Dibuka Mixed

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
25 January 2021 16:01
The German share price index, DAX board, is seen at the stock exchange in Frankfurt, Germany, March 9, 2018.    REUTERS/Staff/Remote

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa dibuka variatif pada sesi awal perdagangan Senin (25/1/2021), dipicu tarik-ulur antara optimisme dan pesimisme seputar perkembangan pandemi dan kebijakan pro-pemulihan ekonomi di Amerika Serikat (AS) selaku Negara Adidaya.

Indeks Stoxx 600, yang berisi 600 saham unggulan di Eropa menguat 0,8% di awal perdagangan. Indeks saham sektor otomotif dan perbankan melompat 1% memimpin reli indeks saham sektoral lainnya yang juga menguat.

Setengah jam kemudian reli indeks Stoxx susut menjadi 1,3 poin (+0,32%) ke 409,84 dan indeks DAX Jerman naik 23,2 poin (+0,67%) ke 13.897,17. Di sisi lain, indeks FTSE Inggris melemah 1,95 poin (-0,03%) ke 6.693,12 dan CAC Prancis turun 0,45 poin (-0,01%) ke 5.559,12.


Penguatan tersebut seiring dengan reli harga kontrak berjangka (futures) saham di AS, menyambut musim laporan keuangan, yang diperkirakan berujung pada angka yang lebih baik dari ekspektasi pasar terutama untuk emiten teknologi.

Pelaku pasar memantau upaya Presiden AS Joe Biden yang ingin mengegolkan stimulus senilai US$ $1,9 triliun meski mulai menghadapi resistensi dari anggota Kongres. Jika disahkan, stimulus tersebut bakal memberikan dana tunai ke warga AS dan bantuan ke pemerintah lokal.

Di sisi lain, bursa saham utama di Asia Pasifik bergerak variatif di tengah masih tingginya angka penularan virus Covid-19 di Benua Kuning tersebut. Saat ini, angka penularan global telah mencapai lebih dari 99 juta orang, dengan 2 juta orang meninggal dunia.

Oleh karenanya, pemerintahan Biden bakal meneken larangan masuk bagi warganya yang di Afrika Selatan, dan bagi warga Inggris, Irlandia, Brazil serta beberapa negara Eropa yang melaporkan adanya strain terbaru virus Covid-19 yang lebih berbahaya dan mudah menular.

Investor Benua Biru juga memantau data ekonomi dan sentimen industri pada Januari di zona Euro serta rilis hasil survei Ifo mengenai iklim bisnis di Jerman per Januari.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading