Wuih! ANTM & TINS Masuk Rantai Produksi Tesla

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
20 January 2021 19:15
A truck loaded with Tesla cars departs the Tesla plant Tuesday, May 12, 2020, in Fremont, Calif. Tesla CEO Elon Musk has emerged as a champion of defying stay-home orders intended to stop the coronavirus from spreading, picking up support as well as critics on social media. Among supporters was President Donald Trump, who on Tuesday tweeted that Tesla's San Francisco Bay Area factory should be allowed to open despite health department orders to stay closed except for basic operations. (AP Photo/Ben Margot)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua perusahaan pertambangan asal Indonesia, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS) masuk dalam daftar perusahaan yang ikut memasok rantai pasok (supply chain) untuk produksi kendaraan listrik besutan Elon Musk, Tesla Inc.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan Tesla sampai dengan 31 Desember 2019, setidaknya ada 7 perusahaan berbadan hukum Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut. Antam dan Timah adalah dua di antaranya. Menurut daftar smelter dan refiner, Indonesua memasok empat mineral untuk Tesla, antara lain emas, timah, tantanium, dan tungsten.

Tesla mengidentifikasi sebelumnya para pemasok ini lebih dari 600 pabrik. Rinciannya, 297 pabrik atau 49%, sebagai pabrik pelebur yang valid dan 233, atau 78%, sebagai pelebur yang sesuai.


"Identifikasi dilakukan oleh penyedia layanan pihak ketiga yang berhubungan dengan Tesla serta peninjauan internal terhadap nama smelter," tulis Tesla, dalam dokumen yang dipublikasikan, Rabu (20/1/2021).

Catatan CNBC Indoneisa, di awal tahun ini sempat mengemuka rencana Tesla berkunjung ke Indonesia melalui tim utusan setelah komunikasi antara Presiden Jokowi dengan Elon Musk tahun lalu. Namun, rupanya rencana ini masih tertunda karena pandemi Covid-19.

Sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia, Tesla tentunya membutuhkan nikel sebagai salah satu komponen yang diperlukan dalam baterai listrik. Saat ini, cadangan nikel Indonesia mencapai 1,08 miliar ton atau yang terbesar di dunia. Produksinya pun juga terbesar di dunia. Selain itu, Indonesia juga kaya akan mangan dan kobalt.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga menilai pasar kendaraan di Indonesia sangat besar, yakni dengan jumlah penduduk yang mencapai 270 juta jiwa, maka itu menjadi modal yang menggiurkan agar proses pitching investasi Tesla di Indonesia berjalan lancar.

"Pastinya kami berharap Tim Tesla dapat stay di Indonesia, selama mungkin, yang penting mereka dapat gambaran utuh dan jelas mengenai potensi Indonesia," ujar Agus.

Kedua saham BUMN tersebut pada perdagangan hari ini melaju kencang di atas dua digit. Saham ANTM misalnya, naik 17,71% ke level Rp 3.190 per saham. Sedangkan TINS naik 12,81%.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading