Investor Antisipasi Pidato Menkeu AS, Harga SBN Melemah

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
19 January 2021 19:09
Ilustrasi Obligasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) pada perdagangan Selasa (19/1/21) ditutup melemah, di tengah sikap wait and see investor terkait pidato Menteri Keuangan terpilih Amerika Serikat (AS) dan pelantikan presiden terpilih AS, Joe Biden.

Mayoritas Surat Berharga Negara (SBN) hari ini cenderung dilepas oleh investor, kecuali SBN berseri FR0039 dengan tenor 3 tahun yang ramai dikoleksi oleh investor. Dilihat dari imbal hasilnya (yield), hampir semua SBN mengalami kenaikan yield, tetapi tidak untuk yield SBN seri FR0039 yang turun 2,5 basis poin (bps) ke level 4,638%.

Sementara itu, yield SBN seri FR0082 berjatuh tempo 10 tahun yang merupakan acuan yield obligasi negara naik 4,1 bps ke level 6,346% hari ini. Yield berlawanan arah dari harga, sehingga kenaikanyieldmenunjukkan harga obligasi yang turun. Demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.


Naiknya harga SBN terjadi di tengah sikap wait and see investor terkait pidato Menteri Keuangan terpilih AS, Janet Yellen dan pelantikan presiden terpilih AS, Joe Biden. Arah kebijakan perbaikan ekonomi AS sangat menentukan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan baik domestik maupun global.

Selain itu, terdapat juga pengaruh aksi risk off yang dilakukan oleh investor, seiring dengan meningkatnya yield obligasi (Treasury) AS yang beberapa hari terakhir levelnya cenderung naik.

Yield Treasury tenor 10 tahun AS pada hari ini naik 1,9 bps ke level 1,116%. Pada pekan lalu, yield obligasi acuan AS tersebut sempat naik 8 bps ke 1,187%, yang merupakan level tertinggi sejak Maret tahun lalu, atau persis saat penyakit akibat virus corona dinyatakan sebagai pandemi.

Artinya, yield Treasury AS kini nyaris mencapai level sebelum pandemi. Kenaikan yield Treasury tersebut membuat selisihnya dengan yield SBN semakin menipis, sehingga menekan pasar obligasi. Selain itu ada risiko terjadinya capital outflow dari pasar obligasi di Indonesia.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading