Roundup

Kabar Pasar: Antam Digugat 1 Ton Emas, Beli Saham via Pinjol

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
19 January 2021 08:40
Tambang emas bawah tanah Pongkor, Jawa Barat, milik Antam (Doc.Antam)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan awal pekan Senin (18/1/2021) ditutup di zona hijau pada posisi 0,26% ke 6.389,83.

Nilai transaksi bursa mencapai Rp 23,7 triliun, di mana investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 247 miliar di pasar reguler.

Sentimen datang dari pembacaan angka produk Domestik Bruto (PDB) China kuartal IV-2020 yang diprediksikan akan tumbuh 6,1% YoY, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya 4,9% ternyata lebih baik dari perkiraan dengan kenaikan 6,5% YoY.


Sementara produksi industri China juga lebih baik dari perkiraan setelah melesat 7,3% dibandingkan dengan konsensus yang memprediksikan output industri berada di kisaran 6,9%.

Meskipun demikian tercatat penjualan ritel kurang memuaskan karena hanya mampu tumbuh 4,6% sementara konsensus memprediksikan penjualan ritel Negeri Panda mampu melesat 5,5%.

Sentimen positif tambahan muncul dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini di angka 4,8% atau 40 basis poin (bps) lebih tinggi dari perkiraan IMF sebelumnya di 4,4%.

Untuk memulai perdagangan hari ini, Selasa (19/1/2021), ada baiknya disimak sederet kabar emiten yang terjadi kemarin.

1. Masih Pandemi, Ciputra Group Terbitkan Global MTN Rp 4,24 T

Pengembang properti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) akan menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term note/MTN) senilai SGD$ 400 juta (Rp 4,24 triliun, asumsi kurs Rp 10.600/SGD) melalui program multicurrency MTN.

Penerbitan MTN ini ditujukan salah satunya untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing) utang perusahaan yang akan jatuh tempo. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja perusahaan secara grup.

2. BRI Optimistis Kredit Tahun Ini Bisa Tembus Rp 1.000 T

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menargetkan untuk bisa mencapai nilai penyaluran kredit di 2021 mencapai Rp 1.000 triliun. Target ini naik dari realisasi kredit perusahaan sepanjang 2020 yang senilai Rp 880 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan kemungkinan untuk mencapai target tersebut bisa 50:50, namun hal ini bukan tidak mungkin untuk tercapai.

"Sekarang mungkin saya karena ada tugas nembus kredit Rp 1.000 triliun. Kita akan usahakan tapi pasti dengan alasan yang rasional," kata Sunarso dalam sebuah webinar dari Berita Satu, Senin (18/1/2021).

3. Kantongi Rp 2,3 T, Emiten Grup Sandi Uno Listing di Nasdaq

Perusahaan cek kosong alias special purpose acquisition (SPAC) yang terafiliasi dengan Grup Saratoga, Provident Acquisition Corp, resmi tercatat di Bursa Nasdaq dengan kode saham PAQCU pada perdagangan Jumat (8/1/2021).

Berdasarkan keterangan di situs resmi Nasdaq, perusahaan mengumumkan penutupan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 23.000.000 saham dengan harga perdana US$ 10,00 per unit saham.

Dengan demikian, perusahaan meraih dana IPO sebesar US$ 230 juta atau setara dengan Rp 3,22 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

4. Awas Tipu-tipu! SWI Sebut Akun Instagram Ini Investasi Bodong

Bermunculannya modus investasi bodong yang menjaring korban di berbagai platform membuat Satgas Waspada Investasi (SWI) menjadi antisipatif dan bergerak cepat untuk memberantasnya.

Baru-baru ini muncul lagi akun investasi dengan iming-iming imbal hasil (profit) investasi dengan nilai pasti dan dapat didapatkan harian oleh investornya.

Dalam sebuah akun instagram bernama @petersalim_investing, akun ini menawarkan investasi dana harian dengan nilai tertentu dengan dalam bentuk titip dana. Investor menitipkan dana dengan jumlah tertentu kepada pengelola akun tersebut, kemudian akan mendapatkan profit harian dengan skema sharing profit 70:30.

Grab Mau IPO di AS, Adhi Commuter IPO di BEI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading