PDB China Tumbuh Lebih Rendah, Harga Mayoritas SBN Menguat

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
18 January 2021 18:32
Ilustrasi Obligasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta,CNBC Indonesia- Harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) pada perdagangan Senin (18/1/21) mayoritas ditutup menguat, karena investor kembali terdorong memburu aset aman di tengah tren koreksi bursa saham hari ini. 

Mayoritas Surat Berharga Negara (SBN) hari ini ramai dikoleksi oleh investor, kecuali SBN berseri FR0061, FR0082, dan FR0067 yang cenderung dilepas oleh investor. Dilihat dari imbal hasilnya (yield), hampir semua SBN mengalami penurunan yield, tetapi tidak untuk yield SBN seri FR0061 bertenor 1 tahun yang naik 8,7 basis poin (bps) ke 4,391%.

Selanjutnya, yield SBN seri FR0067 berjatuh tempo 25 tahun juga naik 2,7 bps ke 7,303%. Adapun yield SBN Seri FR0082 berjatuh tempo 10 tahun yang merupakan acuan yield obligasi negara naik 0,1 bps ke level 6,305% hari ini.


Yield berlawanan arah dari harga, sehingga penurunan yield menunjukkan harga obligasi yang naik. Demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.

Naiknya harga SBN terjadi di tengah reaksi sebagian pelaku pasar terkait data pertumbuhan ekonomi China yang tumbuh 2,3% pada 2020 (secara tahunan) alias terendah semenjak ekonomi China memulai reformasi di 1970-an.

Padahal, hasil survei Reuters menunjukkan produk Domestik Bruto (PDB) China kuartal IV-2020 diekspektasikan tumbuh 6,1% secara tahunan, atau lebih tinggi dari kuartal sebelumnya 4,9%. Data penjualan ritel Negeri Panda juga menunjukkan kabar buruk dengan kontraksi 3,9%.

Akibatnya, aksi jual pun terjadi di bursa Asia Pasifik yang menjalar hingga ke bursa Eropa, karena investor terserang kecemasan sesaat bahwa pemulihan ekonomi dunia masih bakal berlangsung lama, terutama di tengah masih berlanjutnya penyebaran virus Covid-19 yang memicu karantina wilayah (lockdown) provinsi Hubei.

Di tengah kondisi demikian, risk appetite atau selera mengambil risiko para investor pun menurun dan mereka memilih memburu kembali SBN yang dinilai minim risiko.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading