Kalah Lawan Orang Tua di Merek Pasta Gigi, Unilever Kasasi

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 January 2021 16:40
(foto: unilever.co.id)

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memberikan tanggapan perihal perkara merek pasta gigi dengan perusahaan Orang Tua (Hardwood). Orang Tua, telah melayangkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (7/1/2021) dan kemudian memenangkan gugatan tersebut.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan, Reski Damayanti menyatakan, terkait proses Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengenai salah satu varian produk perseroan, saat ini perkara tersebut sedang dalam proses hukum kasasi atas putusan sebelumnya yang dijatuhkan pada bulan November 2020 lalu. Proses hukum kasasi saat ini masih berjalan.

"Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan berharap agar hasilnya lancar serta membawa hasil yang adil dan baik," kata dia, dalam penjelasannya di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis (14/1/2021).


Reski melanjutkan, selaman kasus ini belum berkekuatan hukum tetap, Unilever berpandangan bahwa perkara ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, keuangan, harga saham, dan/atau kelangsungan usaha perseroan.

Seperti diberitakan Detik.com sebelumnya, berdasarkan putusan PN Jakarta Pusat, Kamis (7/1/2021), Hardwood menggugat Unilever ke PN Jakpus dengan tuntutan bahwa pasta gigi merek Strong adalah milik perseroan.

Hardwood (Orang Tua) mendaftarkan merek Formula Strong yang terdaftar IDM000258478 kelas 3 yaitu pasta gigi, sediaan-sediaan untuk membersihkan gigi palsu, obat gosok gigi, obat kumur bukan untuk keperluan medis, larutan kumur bukan untuk keperluan medis.

Lebih lanjut, Hardwood menyatakan dirinya sebagai merek terkenal yang dapat dibuktikan dengan telah lama digunakan dan telah banyak investasi yang dilakukan Hardwood. Orang Tua telah mempromosikan merek tersebut baik secara konvensional di media cetak dan non-konvensional (online).

Hardwood tidak terima dengan merek Pepsodent Strong. Sebab, menurut Hardwood, tergugat memproduksi, mempromosikan, mengedarkan dan/atau menjual produk pasta gigi yang menggunakan merek yang serupa dengan merek 'Strong' milik Penggugat di wilayah Negara Republik Indonesia secara tanpa hak dan tanpa seizin dari Penggugat.

Hal ini berakibat menyesatkan konsumen karena mengira produk pasta gigi Unilever tersebut mempunyai relasi dengan pasta gigi merek Strong milik Hardwood. Karena itu, Hardwood meminta PN Jakpus menyatakan dirinyalah sebagai pemegang merek Strong. Hardwood juga meminta PN Jakpus menjatuhkan denda materil kepada Unilever Rp 108 miliar. Dengan rincian Rp 33 miliar kerugian materiil dan Rp 75 miliar kerugian immateriil.

Gugatan Orang Tua ini kemudian pengadilan, meski ganti rugi tidak seluruhnya dipenuhi. "Menyatakan merek 'Strong' daftar nomor IDM000258478 Kelas 3 milik Penggugat adalah merek terkenal di Negara Republik Indonesia. Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi kepada Penggugat sejumlah Rp 30 miliar," kata ketua majelis Albert Usada dengan anggota Dulhusin dan Agung Suhendro.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading