Bergerak Aneh, BEI Beri Warning untuk Saham BRIS

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
13 January 2021 12:49
BRIsyariah Salurkan Dana PEN untuk UMKM (Dok. BRIsyariah)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mendekati rampungnya proses penggabungan bank syariah pelat merah yang ditargetkan pada 1 Februari 2021 nanti, saham PT BRISyariah Tbk (BRIS) yang nantinya akan menjadi bank hasil penggabungan malah masuk dalam daftar saham yang ada dalam pengawasan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pengumuman ini berdasarkan surat BEI yang ditandatangani oleh Kepala DIvisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Padjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan Irvan Susandy.

Disebutkan saham ini masuk dalam kategori saham yang bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).


"Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang- undangan di bidang Pasar Modal," tulis surat tersebut.

Namun demikian, BEI tetap meminta investor untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi bursa dan mencermati kinerja dan keterbukaan informasinya yang disampaikan perusahaan.

Bursa juga meminta investor untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi (corporate action) apabila belum mendapatkan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Keterbukaan informasi disampaikan perusahaan terakhir pada 6 Januari 2021 lalu terkait dengan penjelasan atas permintaan penjelasan bursa dan laporan informasi atau fakta material perubahan Anggaran Dasar PT Bank BRIsyariah Tbk.

Kenaikan tertinggi saham ini telah terjadi dalam waktu enam bulan terakhir dengan kenaikan sebesar 1.148,37%. Pernah mencapai harga tertingginya sepanjang masa di Rp 3.980/saham.

Sedangkan pada perdagangan sesi I hari ini, saham BRIS ditutup harga Rp 3.820/saham, 1,60% sepanjang pagi.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading