Geber Proyek Pemerintah, Waskita Bidik Kontrak Baru Rp 31 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
13 January 2021 13:22
WESKITA

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksi BUMN, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) pada tahun ini menargetkan dapat memperoleh kontrak baru senilai Rp 31 triliun. Nilai kontrak baru ini naik Rp 4 triliun dari realisasi tahun 2020 sebesar Rp 27 triliun.

Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono menyebut, dari jumlah tersebut, porsi proyek pemerintah diproyeksikan masih akan memberi andil terbesar yakni 35%. Dari BUMN sebesar 25%, proyek swasta sekitar 25% dan sisanya dari pengembangan bisnis perseroan.

"Kami merencanakan, kontrak baru itu hampir Rp 27 triliun [di 2020] dan itu terpenuhi, 2021 kami tumbuh, dengan target Rp 31 triliun," ujar Destiawan dalam wawancara dengan CNBC Indonesia.


Destiawan melanjutkan di tahun ini perseroan tidak akan terlalu agresif dalam memburu kontrak baru. Dia memperkirakan, kontrak baru tahun ini bisa tumbuh di level 20% dari tahun sebelumnya.

"Target kami sebetulnya strategi bisnis untuk, kontrak baru tidak terlalu agresif, tumbuh 20% dari tahun lalu cukup realistis dan ini kami harapkan bisa tercapai tahun ini. Kalau ada perubahan kami akan sampaikan," jelasnya.

Dia memproyeksikan, di kuartal pertama target itu akan terpenuhi, pasalnya, perseroan sudah memperoleh kontrak baru senilai Rp 12,5 triliun dengan PT Terregra Asia Energy. Waskita telah menandatangangi Master Agreement (MoA) untuk pembangunan 5 pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di Provinsi Sumatera Utara dan 2 pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Propinsi Nangroh Aceh Darussalam, dengan total nilai investasi Rp 12,5 triliun atau setara dengan US$ 893 juta.

"Kami juga mengejar proyek infrastruktur yang akan di-launch PUPR, BUMN dan pengembangan bisnis," katanya melanjutkan.

Pada tahun ini, emiten bersandi WSKT di Bursa Efek Indonesia ini mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 11 triliun. Dana ini, rencananya akan dipakai untuk membiayai beberapa ruas tol yang dibangun Waskita seperti di ruas tol Jogja Bawen melalui konsorsium dan beberapa ruas tol lainnya di Jawa Barat.

Tidak hanya investasi di bisnis tol, belanja modal perseroan juga akan dipakai untuk pengembangan bisnis properti. "Ada beberapa kawasan yang strategis yang jadi program bisnis Waskita ke depan," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading