Newsletter

Jokowi Disuntik Vaksin Pekan Ini, Duet IHSG-Rupiah Reli Lagi

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
11 January 2021 06:06
Jokowi saat Rapat Terbatas Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi, 6 Januari 2021

Jakarta, CNBC Indonesia - Pekan pertama tahun 2021 ditutup dengan gembira. Investor asing mulai menjajaki aset-aset keuangan domestik. Aliran modal asing yang masuk ke pasar finansial Tanah Air turut mengangkat kinerja bursa saham dan nilai tukar rupiah.

Data perdagangan mencatat asing membukukan aksi beli bersih senilai Rp 2,41 triliun di seluruh pasar minggu lalu. Alhasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 3,67%. 

Isu seputar vaksinasi membuat saham emiten di sektor penyedia alat-alat kesehatan seperti PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) dan perusahaan farmasi pelat merah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) memimpin penguatan dan masuk ke dalam jajaran top gainers.


Sentimen penguatan harga nikel global juga turut membuat harga saham sektor pertambangan nikel seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang disebut bakal menggarap proyek baterai nikel senilai US$ 12 miliar dolar juga ikut ke jajaran saham yang memberikan cuan tebal kepada investor.

Di pasar obligasi, minat investor asing terhadap aset-aset berpendapatan tetap yang diterbitkan oleh pemerintah RI juga mulai meningkat. Pekan lalu pemerintah melelang tujuh seri obligasi. Penawaran yang masuk mencapai Rp 97,17 triliun dan yang dimenangkan sebesar Rp 41 triliun, di atas target indikatif yang sebesar Rp 35 triliun.

Menariknya, komposisi investor asing yang berpartisipasi dalam lelang juga meningkat dari 5,9% pada bulan Desember lalu menjadi 11,5%. Minat investor asing terhadap obligasi pemerintah RI juga tercermin dari jumlah kepemilikannya di Surat Berharga Negara (SBN).

Per 7 Januari 2021, nilai total kepemilikan investor asing di Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 983,93 triliun. Ini adalah yang tertinggi sejak Maret 2020. Maklum obligasi pemerintah RI berdenominasi rupiah masih memberikan imbal hasil yang menarik.

Untuk SBN tenor 10 tahun berdenominasi rupiah, imbal hasil nominalnya di angka 6%. SBN tenor ini sering digunakan sebagai acuan dan untuk seri FR0082 memberikan kupon tetap 7% per tahun. Artinya terjadi kenaikan harga pada instrumen surat utang tersebut.

Tingkat kenaikan harga (inflasi) di Indonesia 1,68% pada Desember lalu, dengan begitu obligasi pemerintah RI masih memberikan imbal hasil riil 4,4% dan menjadi salah satu yang paling tinggi dibandingkan dengan negara berkembang lain di saat yield riil obligasi pemerintah negara maju sudah menyentuh zona negatif.

Nilai tukar rupiah pun ikut terkerek naik. Di arena pasar spot rupiah berhasil menaklukkan greenback dengan penguatan 0,43% dalam sepekan. Kini rupiah sudah berada di bawah Rp 14.000/US$. Tak hanya menaklukkan dolar AS rupiah juga melibas mata uang Asia lainnya kecuali yuan China.

Sentimen positif juga berasal dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang meramal ekonomi Indonesia tumbuh 4,8% tahun ini. IMF lebih optimis memandang perekonomian RI ketimbang saudaranya yaitu Bank Dunia yang memproyeksikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) RI di angka 4,4% tahun ini.

Kebijakan makroekonomi yang masih akomodatif diharapkan mampu menggairahkan roda perekonomian yang lesu saat terjangkit pagebluk Covid-19 sepanjang tahun 2020.

Wall Street Cetak Rekor Lagi Gegara Isu Stimulus
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading