PSBB Ketat DKI

Pengusaha Restoran Pusing, Mending Tutup daripada Buka

Market - Anissatul Umah, CNBC Indonesia
09 January 2021 16:40
Ilustrasi Restoran KFC. CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha restoran tampaknya kurang senang dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menerapakan Pembatasan Sosial Beskala Besar (PSBB) mulai 11-25 Januari 2021. Pengusaha akan lebih memilih tutup daripada dibuka dengan beragam pembatasan.

Berdasarkan aturan baru PSBB ketat, Anies membatasi dine in hanya 25% plus waktu operasional yang cuma sampai pukul 19.00 WIB hal itu membuat pendapatan pengusaha restoran cuma mencapai 15-20%.

Sementara itu untuk operasional sehari-hari, restoran membutuhkan banyak biaya, mulai dari listrik hingga gaji karyawan.


"Kalau saya kira, teman-teman (pengusaha restoran) ini ya, kita malah milihnya lebih baik tutup aja sekalian, kalau buka terbatas pendapatan cuma 15-20% aja dari normal. Uang sewa tempat aja butuh 30% dari pendapatan harian. Belum lagi listrik, gaji karyawan, dan lain-lain," ujar Wakil Ketua Umum PHRI Bidang Restoran Emil Arifin seperti dikutip CNBC Indonesia dari detikcom, Sabtu (9/1/2021).

"Mending tutup, ini kapasitas 50% juga udah rugi, ini lagi diturunkan," katanya.

Masalah bukan cuma datang dari timpangnya pendapatan dan biaya operasional saja. Emil menilai kebijakan PSBB terkait kapasitas kantor juga membuat pelanggannya, yang kebanyakan orang kantoran juga berkurang.

Belum lagi jam operasional cuma boleh hingga pukul 19.00 WIB, padahal itu adalah jam-jam makan malam. Emil bilang tanpa dibatasi pun restoran sudah jelas akan kosong, makanya banyak pengusaha memilih tutup saja.

"Lagipula ini ya siangnya kan orang kantor WFH juga, malam ditutup. Nggak usah dibatasin aja udah otomatis kosong itu," ujar Emil.

"Restoran kan income-nya siang dan malam, siang saja sampai 50-55%, nah kalau siang customernya nggak ada, malam nggak boleh buka nggak usah dibatasi otomatis kosong," lanjutnya.

Adapun PSBB ketat akan diberlakukan di Jakarta mulai 11-25 Januari 2020. Restoran tak luput dari pembatasan, fasilitas dine in alias makan di tempat cuma boleh 25%, operasionalnya pun cuma sampai pukul 19.00 WIB.

Pemprov DKI Jakarta meminta para restoran untuk memaksimalkan pemesanan take away. Restoran pun boleh membuka pesanan take away selama 24 jam.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading