Analisis

Joss! 5 Saham Bank Ini Bikin Kaya Mendadak, Masih Oke Masuk?

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
29 December 2020 08:30
A man takes pictures inside the Indonesia Stock Exchange building in Jakarta, Indonesia, September 6, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada belasan saham yang mengalami apresiasi harga lebih dari 100% sepanjang tahun ini. Sebanyak lima di antaranya adalah saham emiten perbankan.

Saham perbankan, terutama perbankan kecil hingga menengah memang sedang menjadi primadona pasar modal di tahun ini untuk urusan apresiasi harga.

Kenaikan yang tinggi dari saham-saham perbankan non-BUKU IV, atau bank-bank dengan modal inti di bawah Rp 30 triliun, tidak terlepas dari adanya sentimen positif aksi korporasiyang dilakukan oleh masing-masing perbankan danmenjadi katalis pendongkrak kenaikan kapitalisasi pasarnya.


Seperti diketahui banyak perbankan yang melakukan aksi korporasi ataupun konsolidasiuntuk memenuhi Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umumdimana di tahun ini seluruh bank harus memiliki modal inti minimal Rp 1 triliun atau beresiko di turunkan kelasnya menjadi BPR.

Hal ini tentu saja menyebabkan munculnya pertanyaan bagi para investor, apakah meski sudah melesat kencang, saham-saham ini masih menarik untuk dikoleksi atau lebih baik para investor melirik saham-saham lainnya?

Simak tabel berikut.

Well, terpantau dari tabel di atas, tidak mengagetkan tentunya bahwa secara fundamental seluruh perbankan yang melesat kencang di tahun ini sudah terlalu mahal baik menggunakan metode valuasi laba bersih dibandingkan dengan harga pasarnya (PER, price to earnings ratio) maupun metode valuasi nilai buku dibandingkan dengan harga pasarnya (PBV, price to book value).

Sebagai catatan, PER rata-rata di sektor perbankan berada di kisaran 12,2 kali sedangkan, melalui tabel di atas PER perbankan yang sudah melesat kencang ini sudah mencapai puluhan persen hingga ratusan persen.

Bahkan tercatat terdapat dua perusahaan yakni PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) yang pada tahun ini masih belum mampu membukukan laba bersih sehingga PER-nya tidak dapat dianalisis.

Setali tiga uang dengan valuasi PER, valuasi PBV juga menunjukkan bahwa saham-saham ini sudah mahal secara fundamental karena seluruh PBV perbankan ini sudah berada di atas rata-rata PBV perbankan yang hanya berada di kisaran 1,3 kali.

NEXT: Lanjut analisisnya...

Dari ARTO hingga BBHI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading